Ubah Imej “Kota Tilang”, Jadikan Tilang Sebagai Jalan Terakhir

Ubah Imej “Kota Tilang”, Jadikan Tilang Sebagai Jalan Terakhir

CIREBON – Sebutan “Kota Tilang” bagi Cirebon berangsur-angsur mulai hilang. Intensitas razia kendaraan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di Cirebon sudah berkurang, malah sangat jarang. “Biasanya sih sehari bisa tiga kali seperti minum obat, tapi sudah seminggu ini tidak menemukan lagi razia,” kata Titis, warga Kota Cirebon yang bekerja di sebuah kantor di Sindanglaut, Kab Cirebon. Selain itu, kepolisian Cirebon terus memerangi imej negatif tentang Cirebon sebagai “Kota Tilang”. Salah satunya dengan semakin aktifnya kepolisian dalam mengatur lalu lintas di Cirebon, terutama setiap pagi. “Setiap pagi sebetulnya selali ada polisi yang mengatur, tapi sekarang-sekarang ini bertambah aktif,” kata Ivan, salah satu warga Kedawung. Polri ingin mengubah persepsi masyarakat, terutama di media sosial, tentang Kota Cirebon. Hal tersebut menyusul perbincangan netizen yang diramaikan oleh \'meme\' yang berisi kalimat \'Cirebon Kota Tilang\'. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Agus Rianto mengatakan bahwa Kapolda Jawa Barat telah menginstruksikan jajarannya di Satuan Lalu Lintas Kota Cirebon untuk menggunakan cara tilang sebagai jalan terakhir dalam hal menegakkan hukum lalu lintas. \"Penggunaan cara tilang akan disesuaikan terhadap pelanggaran yang betul-betul menimbulkan dampak luas, misalnya kecelakaan. Sementara, pelanggaran lain di luar itu, hanya berupa teguran saja,\" ujar Agus di Kompleks Mabes Polri. Meski demikian, Agus mengingatkan supaya pengguna kendaraan bermotor tetap taat pada aturan. Agus menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti polisi melunak terhadap pelanggar. \"Ingat ya polisi bukan antikritik. Mau kritik ya silahkan. Tapi tentunya kritik membangun. Sekarang kan di media sosial itu ibaratnya sudah tak ada bedanya lagi antara kritik dengan fitnah,\" kata Agus.(red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: