Dari 199, hanya 11 Sanggar Seni yang Aktif

Dari 199, hanya 11 Sanggar Seni yang Aktif

KEJAKSAN – Dari ratusan sanggar seni budaya terdaftar di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar), ternyata hanya 11 diantaranya yang masih aktif. Perhatian pemerintah dinilai kurang berpihak terhadap eksploitasi kemampuan generasi penerus, dalam melestarikan seni budaya Cirebon. Karena itu, Komisi C DPRD Kota Cirebon akan memfasilitasi anggaran untuk upaya pelestarian seni budaya tersebut. Ketua Sanggar Seni Sekar Budaya Kelurahan Sukapura, Amin mengatakan, siswa didiknya terdiri dari berbagai usia. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kota Cirebon. Pelatihan seni tari diberikan sejak dini. Sebelum mereka menginjak usia sekolah dasar. Karena itu, ujar pria paruh baya ini, saat usia kelas I SD, siswa didik sanggarnya mampu memainkan seni tari khas Cirebonan dengan lancar. Selama ini, Amin menilai kurangnya wadah kegiatan untuk pementasan pelestari seni budaya Cirebon itu. “Kita membuat kegiatan sendiri. Perlombaan seni tari topeng samba gaya slangit,” ucap Amin, kepada Radar, Minggu (1/5). Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon, H Sumardi mengatakan, festival tari topeng samba gaya slangit yang diikuti 78 peserta tingkat SD seluruh Kota Cirebon itu, menjadi wadah untuk mereka menampilkan kemampuan dan kreatifitas. Politisi PAN ini menyampaikan, pemerintah seharusnya hadir mendorong sanggar-sanggar yang aktif di Kota Cirebon, untuk menampilkan yang terbaik. Hal ini dilakukan dalam bentuk festival atau sejenis perlombaan. Kehadiran sanggar seni budaya, memberikan komitmen sejak dini mewariskan pelestarian seni budaya Cirbeon kepada generasi penerus. Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Pakde ini sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat. Banyak diantara mereka meminta sanggar seni budaya lebih diperhatikan. Pakde menilai, selama ini seni budaya Cirebon belum berkembang. Pasalnya, tidak ada kegiatan yang membuka peluang mereka menunjukan kemampuan. Kedepan, tidak hanya siswa SD. Anak SMP, SMA, sampai selanjutnya, harus ikut melestarikan seni budaya Cirebon. Sumardi menilai selama ini Pemkot Cirebon kurang memberikan fasilitas. Berdasarkan data yang ada, ada 199 sanggar seni budaya di Kota Cirebon. Setelah dilakukan penelitian, lanjut Sumardi, hanya 11 sanggar saja yang masih aktif. Termasuk didalamnya sanggar seni sekar budaya. Dengan perlombaan tarian khas Cirebon, mereka lebih terpacu. Pakde akan membawa hal ini ke dalam kebijakan resmi. Dimana, pementasan sanggar seni budaya dilakukan dalam setiap even di Kota Cirebon. Baik pemerintah maupun swasta. “Bila perlu, kalau ada hajatan menikah wajib menampilkan seni budaya Cirebon. Ini bentuk pelestarian dan mengenalkan lebih dekat,” tegasnya. Meskipun jauh dari kata sejahtera, semangat sanggar seni budaya tetap tinggi. (ysf)  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: