Kota Cirebon Butuh Rp5,2 Miliar untuk Raskin Gratis

Kota Cirebon Butuh Rp5,2 Miliar untuk Raskin Gratis

KESAMBI - Kota Cirebon sebenarnya mampu untuk menggratiskan raskin (beras miskin) dengan cara dibiayai melalui APBD. Untuk merealisasikan beras rakyat miskin (raskin) gratis, Kantor Ketahanan Pangan, sudah mengusulkan pembiayan melalui APBD sebesar Rp5,2 miliar. “Kami sudah mengusulkan. Raskin gratis ini masuk dalam program untuk ketahanan dan keamanan pangan,” ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Ripin Effendi, saat membuka Lomba Cipta Menu, di Areal Parkir Carrefour, Senin (23/5). Menurut Ripin, sudah menjadi tugas Kantor Ketahanan Pangan menjaga keamanan pangan dan menjaga pasokan.  Atas upaya yang sudah dilakukan, Pemerintah Kota Cirebon mendapat Raskin Award, karena mampu menyalurkan raskin tepat sasaran dan tepat pembayarannya. Ripin juga menjelaskan, Kantor Ketahanan Pangan sebenarnya sudah membuat program raskin untuk 17 ribu rumah tangga sasaran (RTS) hingga tiga ribu ton lebih. Bahkan sebelum raskin dikeluarkan, sudah dilakukan seleksi apakah beras tersebut layak konsumsi atau tidak. Pihaknya juga memiliki program rawan pangan dan sudah memotret keluarga rawan pangan dengan anggaran yang mencapai Rp200 juta. Anggaran ini akan diberikan kepada masing-masing RTS yang akan mendapatkan masing-masing 50 kg raskin. Bila kondisinya emergency, sudah ada cadangan beras  12 ton lebih. Sementara terkait pelaksanaan Lomba Cipta Menu, ketua panitia lomb, Iin Inayati mengatakan, kegiatan ini mempertandingkan beragam makanan bergizi seimbang dan aman. Menu yang diciptakan harus berbasis sumber daya lokal. “Kantor Ketahanan Pangan melaksanakan acara ini untuk mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi gizi seimbang. Kita juga melibatkan PKK berjenjang terendah hingga pusat, setiap individu yang bertanggung jawab khususnya ibu-ibu bisa menyajikan B2SA,” bebernya. Iin berharap, kegiatan semacam ini bisa mengangkat potensi sumber daya alam seperti udang, kerang, sayuran, ubi dan sumber vitamin lainnya. Lomba ini diikuti 18 kelurahan. Untuk penilaian, panitia melibatkan chef profesional dan tim PKK. (abd)  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: