Gas Melon Menghilang, Harga Tembus Rp25 Ribu

Gas Melon Menghilang, Harga Tembus Rp25 Ribu

DUKUPUNTANG - Elpiji 3 kilogram atau yang biasa disebut gas melon, kini langka di berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. Hampir di setiap kecamatan, warga sangat sulit mendapatkan gas bersubsidi itu. Kalaupun ada, harganya bisa mencapai Rp25 ribu pertabung. Salah satu warga Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang, Lili mengatakan, sudah hampir satu minggu dirinya sangat sulit mendapatkan gas 3 kg. “Saya nyari-nyari gas (gas 3 kg, red) tapi nggak ada. Katanya yang dagangnya habis. Saya muter-muter, nggak hanya di desa saya saja, tapi desa lain juga sama susah sekali. Pernah ada, tapi itu nggak sampai lima belas menit sudah habis lagi, dan harganya sampai Rp25 ribu,” beber Lili kepada Radar, Jumat (4/11). Terpisah, Dedi warga Desa Kejuden, Kecamatan Depok juga mengakui, dirinya sangat sulit mendapatkan elpiji 3 kg. Kalaupun ada, harganya juga bisa lebih dari Rp20 ribu. Sementara, Kuwu Desa Balad, H Yoyo Subagyo mengungkapkan, saking banyak warga yang mengeluh sulit mendapatkan elpiji 3 kg, maka pihaknya punya inisiatif melakukan operasi pasar khusus elpiji, Kamis pagi (3/11). “Ya, keluhan dari warga di warung-warung di Desa Balad pada kosong. Jadi cari di desa lain. Di desa lain pun, ternyata sama-sama kosong. Jadi, kita dari Pemdes Balad bekerjasama dengan Pertamina membantu masyarakat yang kesulitan gas ini, untuk ada penjualan gas di desa,” jelasnya. Terbukti, menurut Yoyo, antusias warga cukup bagus. Banyak sekali warga yang mendapatkan elpiji 3 kg dari operasi pasar. “Lihat saja warga banyak yang antre beli gas, karena di warung-warung sudah pada kosong,” ucapnya. Sementara itu, Plt Kabid Perdagangan Disperindag, Kabupaten Cirebon Dini Dinarsih mengatakan, pihaknya mengakui kalau seluruh wilayah di Kabupaten Cirebon mengalami kelangkaan elpiji 3 kg. “Kita sudah amati, dan memang hampir setiap kecamatan mengalami kelangkaan gas elpiji kg. Bahkan, bukan hanya di Kabupaten Cirebon, tapi juga menyeluruh di wilayah III Cirebon,” ujar Dini. Dia mengungkapkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas. Jawaban pemerintah, mereka mengeluarkan elpiji 3 kg itu tidak ada perubahan. Artinya, distribusi elpiji seperti kemarin-kemarin tidak ada perubahan. Dini menduga, kelangkaan gas elpiji 3 kg ini karena beberapa faktor. Salah satunya musim hujan. Faktor musim hujan inilah yang menyebabkan pelaku usaha yang biasanya menggunakan kayu bakar, maka beralih menggunakan gas 3 kg. Faktor lainnya, karena mungkin saat ini banyak yang mempunyai hajat, sehingga penggunaan gas di atas kewajaran. Dan faktor terakhir apakah memang karena kebijakan pemerintah pusat yang berhubungan dengan subsidi gas, atau lainnya. Untuk menanggulangi kelangkaan elpiji 3 kg ini, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan operasi pasar. “Dalam waktu dekat ini akan melakukan operasi pasar khusus gas 3 kg di sejumlah daerah. Mudah-mudahan ini akan mampu untuk mengurangi kelangkaan gas 3 kilo di Kabupaten Cirebon,”pungkasnya. (den)          

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: