FUI Tetap Aksi 313, Kapolda Ancam Bubarin Paksa Jika…

FUI Tetap Aksi 313, Kapolda Ancam Bubarin Paksa Jika…

JAKARTA- Aksi 313 besok akan tetap digelar. Hal ini disampaikan koordinator aksi 313 dari FUI, Bernard Abdul Jabbar. Menurutnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari aksi tersebut. “Khawatir bakal macet? Tiap hari, DKI sudah macet. Ada atau tidak ada 313 juga macet,\" ungkapnya. Dia optimistis aksi akan berjalan damai dan tidak ricuh. Terkait jumlah massa, dirinya memperkirakan akan lebih dari 212. Yakni, 7 juta orang. \"Kemungkinan bisa lebih dari 212,\" tuturnya. Pada Aksi 313 diperkirakan Habib Rizieq Shihab akan hadir. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Habib Novel Bamukmin dari anggota Front Pembela Islam (FPI). Novel mengatakan Habib Rizieq diagendakan akan hadir. “Insya Allah akan hadir,\" ujarnya melalui sambungan telepon kemarin. Aksi 313 menyita atensi Mapolda Metro Jaya. Koordinasi terus dilakulan hingga kemarin. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan tidak memberi restu kepada panitia pelaksana aksi 313. Saat ditemui di KPU DKI, Salemba, Jakarta Pusat, mantan Kepala Divisi Propam Mabes Polri itu menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin kepada pelaksana untuk aksi 313. Pelaksana yang dimaksud adalah Forum Umat Islam (FUI). “Izin tidak ada untuk aksi 313,\" terang dia singkat. Dia memaparkan alasan mengapa pihaknya bersikap begitu. Menurut dia, aksi 313 terbagi menjadi dua titik dan kegiatan. Titik pertama, aksi dilakukan di Masjid Nasional Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, dengan kegiatan salat jumat. Titik kedua, unjuk rasa (unras) di depan Gedung Istana Merderka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. “Setelah salat jumat, massa bergerak (longmarch, red) ke Istana Merdeka untuk unras,\" papar Iriawan. Nah, Iriawan menyebutkan, untuk kegiatan longmarch pihaknya kurang setuju. Dia mengatakan, pada masa kampanye Pilkda DKI, diharapkan tidak ada massa yang membuat kondisi sosial masyarakat menjadi kacau dan resah. Longmarch diperkirakan menganggu ketertiban umum. “Bayangkan saja, banyak massa yang turun ke jalan. Apalagi, 313 dilakukan di hari efektif kerja alias weekdays. Masih banyak orang beraktivitas, bekerja, kuliah, atau apa pun itu,\" jelas pria kelahiran Jakarta tersebut. Namun, bila massa tetap longmarch, Iriawan memastikan petugas dapat membubarkan massa secara paksa. Lalu, terkait jumlah massa, hingga kemarin, pihaknya belum mengetahui berapa yang akan ikut aksi. \"Saya belum tahu berapa-berapanya. Cuman, saya sudah meminta kepada tim intelijen dan keamanan untuk terus pantau pergerakan massa dari luar DKI,\" ujarnya. Meski tidak memberi izin, Iriawan mengklaim bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengamanan. Dia memperkirakan bakal mengerahkan personel hingga ribuan. Namun, untuk titik penempatan pengamanan, Polri tengah membahasnya. \"Pengamanan terutama titiknya belum final. Masih terus kami godok. Termasuk apakah ada pengalihan arus, kalau ada seperti apa nanti pengalihan arusnya,\" bebernya. Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum (Kasubdit Bin Gakkum) AKBP Budiyanto menyebutkan, pihaknya belum mengetahui apakah akan ada pengalihan arus untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat aksi 313 digelar. Menurutnya, skema pengalihan arus paling lambat akan dirilis pada Kamis (30/3), bila menggunakan pengalihan arus. \"Secepatnya kalau memang ada pengalihan arus, paling cepet keputusan dan skema pengalihan H-1 kegiatan. Tapi yang jelas, sampai sekarang belum final mengenai akan ada pengalihan atau sebaliknya,\" tuturnya. (JPG)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: