Kekeringan, Peternak Kambing Terpaksa Beli Rumput Segar

Kekeringan, Peternak Kambing Terpaksa Beli Rumput Segar

INDRAMAYU– Peternak kambing rakyat di wilayah Kecamatan Anjatan sedang dilema. Susah cari rumput segar jadi biang penyebabnya. Kambing mau dijualpun sayang lantaran lebaran Idul Adha masih jauh. Bertahan sambil menunggu harga kambing naik, sejumlah peternak terpaksa mencari rumput sampai keluar wilayah kabupaten. Agar ternak tetap mengonsumsi pakan hijau, sebagian peternak lainnya memilih merogoh kocek untuk membeli rumput. “Daripada cari sendiri, biaya operasionalnya malah lebih tinggi buat makan, rokok, bensin. Terpaksa beli rumput, harganya Rp20 ribu sekarung” ujar Juki, salah seorang peternak. Rumput itu dibelinya dari sesama peternak dengan cara dititipkan. Dia hanya menyediakan karung dan uang muka. Karung datang, lalu dibayar lunas. Dalam sehari, Juki memerlukan dua karung pakan hijau untuk kebutuhan sebanyak 20 ekor kambing miliknya. “Untuk irit-irit, kalau siang kambing dilepas cari makan sendiri. Tapi khawatir juga, takut malah pada sakit. Soalnya ada kambingnya temen yang hampir mati gara-gara sembarangan makan daun yang ternyata sudah disemprot obat pestisida,” tuturnya. Peternak kambing lainnya Widi menambahkan, selain pakan hijau, kambing juga perlu diberi pakan campuran berupa bekatul dan konsentrat. Terus ada obat-obatan untuk kambing yang terkena sakit akibat perubahan cuaca. Lagi-lagi butuh biaya. “Sekarang memang peternak ekstra tenaga sama biaya. Kalau nyerah, kambing dijual tapi harganya bisa murah,” katanya. Menurut bapak tiga orang anak ini, kesulitan mencari pakan hijau dialami hampir seluruh peternak di wilayah Indramayu bersamaan dengan masa musim tanam padi. Sebabnya, rumput yang biasanya tumbuh di areal sawah maupun pinggiran saluran irigasi banyak yang mati kering akibat disemprot pestisida. (kho)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: