Tenang, Prodi ITB di Cirebon Tidak Sama dengan Perguruan Tinggi di Ciayumajakuning

Tenang, Prodi ITB di Cirebon Tidak Sama dengan Perguruan Tinggi di Ciayumajakuning

CIREBON - Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menyampaikan, keberadaan kampus Institut teknologi Bandung (ITB) yang akan dibangun di Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon tidak akan diisi jurusan maupun program studi yang sudah di perguruan tinggi (PT) di wilayah Ciayumajakuning. \"Perguruan tinggi di Cirebon tidak perlu khawatir dengan keberadaan ITB. Karena kampus dan PT di Cirebon memiliki jurusan kuliah andalannya masing-masing, sehingga tidak akan kekurangan mahasiswa jika nanti ITB suda berdiri,\" kata Iwa kepada Radar, Selasa (12/9). Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ITB Cabang Cirebon akan membuka tiga prodi jurusan yakni Kriya, Industri dan Tata Wilayah. “Saya pikir tidak akan ada masalah soal jurusan di perguruan tinggi yang ada di Cirebon. Keberadaan ITB nanti bukan ancaman bagi perguruan tinggi lainnya yang sudah ada di Cirebon,\" tegasnya. Iwa juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah berupaya keras untuk menyediakan lahan bagi kampus ITB. Meski telah mencoba beberapa kali di berbagai lokasi, namun akhirnya kampus permanen ITB akan dibangun di dua desa di Kecamatan Arjawinangun. “Soal pengadaan lahan kami serahkan kepada Pemkab Cirebon. Kami berikan apresiasi penuh kepada jajaran di Pemkab Cirebon. Saya sendiri sudah dapat laporan soal pengadaan lahan tersebut, katanya, dilakukan di Kecamatan Arjawinangun. Soal teknis bagaimana pendirian kampusnya, saya kira yang harus menjawabnya adalah pihak ITB sendiri,” bebernya. Iwa tidak bisa memperkirakan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kampus permanen tersebut. “Yang paling utama kan lahannya dulu disediakan, baru nanti bicara anggaran. Saya lihat Kecamatan Arjawinangun kan berada di jalur utama pantura. Ini bagus karena sangat strategis. Apalagi sebentar lagi bandara internasional BIJB akan dibuka,” katanya. Lebih lanjut, ujar Iwa, tujuan utama mahasiswa di zaman sekarang sebetulnya tidak lagi berorientasi menjadi pekerja ketika sudah lulus nanti. Melainkan bagaimana menjadi entrepreneur. \"Ke depan, mindset mahasiswa bagaimana menjadi entrepreneur, bukan PNS lagi. Saya harap perguruan tinggi di Cirebon mampu memenuhi ini,” katanya. Sebelumnya, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Cirebon memastikan kampus ITB akan dibangun di Desa Kebon Turi dan Desa Geyongan. Keduanya berada di Kecamatan Arjawinangun. Kedua desa ini memenuhi syarat untuk total luas kampus ITB, yaitu 30 hektare dalam satu hamparan. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Kabupaten Cirebon A Sukma Nugraha mengatakan, proses pembebasan lahan bisa diselesaikan di tahun ini juga. “Dana untuk pembebasan lahan kan tidak ada kendala, Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah menyediakan Rp 75 miliar untuk pembebasan lahan di dua desa ini,\" singkat pria yang disapa Agas ini. (via)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: