Seruan Jihad tapi Bajak Nama, Sudah Gitu Salah Pula

Seruan Jihad tapi Bajak Nama, Sudah Gitu Salah Pula

ENTAH apa yang ada di dalam otak pembuat hoax tentang seruan jihad ekonomi kali ini. Di satu sisi, dia ingin membuat kesan mengajak umat Islam memperkuat diri dan menebar kebaikan. Di sisi lain, ajakan yang dibuat ternyata berbasis kebohongan. “Sudahkah Anda Melaksanakan Jihad dengan Pola Seperti Uraian di Bawah Ini?” Begitu judul hoax yang kini telah tersebar ke berbagai grup percakapan dan media sosial. Selanjutnya, artikel palsu itu menjelaskan bahwa pola jihad yang dimaksud adalah meletakkan uang dalam usaha-usaha muslim. Antara lain, 212 Mart, Kitamart, Koperasi Oke Oce, Fresh Mart Oke Oce, dan Oke Oce Mart. Poin yang cukup menarik dalam artikel tersebut, ada nama pakar politik Eep Saefulloh Fatah yang ditulis sebagai pembuat pesan. Namun setelah ditelusuri, pesan itu tidak ditulis oleh Eep. Nama pendiri Polmark Indonesia tersebut dicatut produsen hoax untuk membuat pesan bernada provokatif. Melalui akun Twitter dan Instagram-nya, Eep mengonfirmasi ajakan jihad ekonomi yang mengatasnamakan dirinya itu bohong. “Saat ini beredar tulisan yang di-posting seolah tulisan saya. Itu sama sekali bukan tulisan saya,” kata Eep. Dia mengaku tidak setuju dengan isi tulisan tersebut. “Nama saya dibajak. Menulis nama saya pun keliru,” ucapnya. Ya, dalam pesan itu, tertulis “Oleh Eep Saepullah Fatah”. Padahal, nama Eep yang benar adalah Eep Saefulloh Fatah. Kemarin (3/10) Jawa Pos (Radar Cirebon Group) juga sudah mengonfirmasi bahwa akun Twitter dan Instagram yang mengklarifikasi hoax tersebut memang akun pribadi Eep. Kemarin, kabar hoax yang mengatasnamakan Eep itu juga sudah tersebar di Facebook. Akun yang menyebarkan bernama Abi Amanillah. Isinya seperti pesan yang dicontohkan Eep di akun media sosialnya. Hanya, kalimatnya sedikit lebih panjang. Ada tiga tambahan kalimat. Tiga kalimat itu ialah “Jihad politik hanya memilih pemimpin muslim amanah mulai dari tingkat RT sampai dewan hingga Presiden.” Lalu, ada juga pesan lainnya. “Jihad kesehatan muslim Indonesia, pasien muslim berobat ke dokter muslim atau ke rumah sakit/layanan kesehatan muslim”. Pesan terakhir, “Jihad pendidikan muslim Indonesia murid-murid sekolah di sekolah–sekolah pemerintah atau di sekolah muslim”. (gun/jun/c20/fat)  Fakta: - Ajakan jihad ekonomi lewat artikel palsu mencatut nama pendiri Polmark. - Nama yang ditulis juga keliru, karena nama Eep Saefulloh Fatah ditulis Eep Saepullah Fatah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: