Berbudaya dalam Drama, Selalu Angkat Cerita Rakyat

Berbudaya dalam Drama, Selalu Angkat Cerita Rakyat

Teater Tjaroeban Inc merupakan salah satu kelompok yang mampu mengolah bentuk dan spirit tradisional dengan gaya pemanggungan modern. Kelompok yang beranggotakan seniman Cirebon ini semakin eksis di dunia seni pertunjukan hingga kini. MIKE DWI SETIAWATI, Kesambi KIPRAHNYA di panggung pertunjukan tidak perlu diragukan. Di tahun ini, Teater Tjaroeban Inc sukses menggelar Festival Teater Cirebon III yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Seperti yang diketahui, Festival Teater Cirebon merupakan sebuah refleski transformasi dari sebuah proses perjalanan kegiatan berkesenian di Kota Cirebon. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada tahun 2015 dan 2016 dengan nama Cirebon Theatre Festival. Pada kegiatan tahun 2017 Teater Tjaroeban Inc mencoba konsep yang lebih segar dengan mengangkat tema membumikan tradisi. Membumikan Tradisi, local genius mencoba mengangkat manusia dan kebijaksanaan sebagai fokus tematik baik secara bentuk, cerita, ataupun konsep. Festival Teater Cirebon III dihadiri komunitas teater seluruh Indonesia. Di antaranya Teater Cassanova Bandung, Masres Cirebon, KMT ISBI Bandung, Teater Awal Bandung, HIMA Teater ISBI Aceh, HIMA Teater IKJ, HIMA Teater STKW Surabaya, Nara Teater Nusa Tenggara Timur, HIMA Teater ISI Padang Panjang, Sanggar Seni Darsah Palu, HIMA Teater ISI Yogyakarta, Teater Satu Lampung, ITBT Kalimantan, Padepokan Seni Madura, Rawayan Ceta Tasikmalaya, dan SFN Lab Nusa Tenggara Barat. Selain sukses mengadakan Festival Teater Cirebon, Teater Tjaroeban Inc pun telah menerima penghargaan sebagai juara kedua dalam ajang Pasanggiri Teater Provinsi Jawa Barat yang digelar di Gedung Sunan Ambu STSI, Bandung. Dalam ajang itu, Tjaroeban Inc mengangkat cerita berjudul Saida Saeni. Cerita Saida Saeni memiliki kearifan tersendiri. Cerita rakyat tersebut mengajarkan tentang berbagai hal, terutama kemiskinan, kebodohan, tipu daya, dan ketidakadilan. Akan tetapi, di situ juga ada nilai-nilai keuletan. Perlu diketahui, cerita Saida dan adiknya, Saeni, bernasib tragis bukan hanya karena miskin. Ibunya wafat ketika mereka masih kecil. Ayahnya, Ki Sarkawi, kemudian menikah lagi dengan wadon yang ternyata madep rai mungkur ati (antara wajah dan hati tidak sama). Hasutan ibu tirinyalah yang membuat Saida dan Saeni dibuang ayahnya ke tengah hutan. Perjuangan kakak-beradik yang kemudian terpisah itu penuh balada dan elegi, pengembaraan dan tangisan perih. Sampai akhirnya nasib mengubahnya. Saeni, dengan mantra seorang kakek, menjadi pesinden tarling yang terkenal dan kaya. Akan tetapi, kekuatan mantra itu ada batasnya sampai akhirnya ia harus dijemput ajal. Tak hanya Saida Saeni, Tjaroeban Inc dalam setiap pementasan selalu menampilkan cerita rakyat lainnya. Seperti Baridin dan Ratminah. Yakni sebuah legenda percintaan asli Cirebon. \"Kalau di Italia ada kisah Romeo and Juliet, di Cirebon ada Baridin dan Ratminah,\" ujar Panji Igami, salah satu perwakilan Teater Tjaroeban Inc. Kisah-kisah yang diangkat Teater Tjaroeban Inc mengangkat tema dari sisi humanisme atau kemanusiaan. Misalnya saja kisah Baridin dan Ratminah memiliki pesan moral tersendiri untuk penontonnya. \"Ketika cinta dipaksakan dengan cara apapun, maka hanya kepalsuan yang ada, manusia hanya bisa berusaha tapi hanya Tuhanlah yang mempunyai takdir,\" tambah Panji. Aktif sejak 2008, Tjaroeban Inc terus mengumpulkan referensi dari naskah-naskah kuno tentang cerita rakyat wilayah Cirebon dan sekitarnya. Lebih dari 200 buku yang tengah digarap oleh Tjaroeban Inc untuk mengungkap cerita di dalamnya. Untuk membangkitkan semangat seni teater di Cirebon, Tjaroeban Inc lainnya rutin mengadakan Cirebon Festival Teater. \"Ini sebagai salah satu langkah menggairahkan nafas teater di Cirebon,\" pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: