Hoax Messi Sumbang Israel Disebar Lagi

Hoax Messi Sumbang Israel Disebar Lagi

KEBIJAKAN kontroversial Amerika Serikat (AS) yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel terus “digoreng” sebagai bahan hoax. Bahkan disangkut-sangkutkan dengan para bintang sepak bola internasional. Hoax soal Lionel Messi menyumbangkan uang Rp20 miliar untuk Israel pun mencuat lagi. Hoax tentang Messi yang menyumbangkan uangnya untuk Israel banyak menyebar lewat Facebook. Salah satu akun yang “tercyduk” menyebarkan ulang informasi palsu itu bernama M. Khalif Ibrahim (posting pada Jumat, 15 Desember 2017). Juga akun Agung Hikmawan (posting pada Sabtu, 16 Desember 2017). Akun Facebook M. Khalif Ibrahim mengunggah meme. Gambarnya, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Di atasnya diberi tulisan HOT NEWS. Lalu, di bawahnya terdapat tulisan CR7 Bantu PALESTINA Rp30 Miliar, sedangkan Messi Bantu ISRAEL Rp20 Miliar. Bukan hanya itu, akun M. Khalif Ibrahim juga menyematkan kalimat yang cukup panjang pada kolom statusnya. Menurut Khalif, Lionel Messi tidak seperti CR7, sebutan Cristiano Ronaldo, yang pernah mendonasikan uang Rp30 miliar kepada penduduk di Jalur Gaza. Messi justru memberikan sumbangan kepada Israel yang berusaha meluluhlantakkan Gaza beserta penduduknya. “Pada hari Sabtu, 19 Juli 2014, memberitakan bahwa Lionel Messi, kapten skuad Argentina sekaligus pemain spesial Barcelona, telah menyumbangkan uang 1 juta euro (sekitar Rp20 miliar) kepada penjajah Israel,” tulis akun M. Khalif Ibrahim. Menurut Khalif, Messi memang dikenal akrab dengan Israel. Tudingan itu dikaitkan dengan peristiwa pada 2013 ketika Presiden Shimon Peres menjamu klub sepak bola Barcelona di Israel. Saat itu Peres memuji Messi serta tim sepak bola tersebut sebagai “utusan perdamaian” Israel. Khalif juga menyinggung Cristiano Ronaldo yang pernah menyumbang EUR 1,5 juta pada November 2012 kepada anak-anak Palestina di Gaza. CR7 bahkan memberikan sepatu-sepatu yang diterimanya sebagai Golden Boot 2011 kepada Yayasan Real Madrid. Klub sepak bola raksasa asal Spanyol tersebut selanjutnya melakukan lelang dan dananya disumbangkan pada sekolah-sekolah di Gaza. Khalif menuliskan bahwa kicauannya itu mengutip whatsupic.com. Yang disampaikan Khalif sebenarnya hoax lama bersemi kembali. Kicauannya bersumber dari artikel di situs eramuslim.com. Pada 31 Desember 2015, situs tersebut pernah membuat tulisan berjudul CR7 Bantu Warga Gaza Rp30 Miliar, sedangkan Messi Bantu Zionis-Israel Rp20 miliar. Sebenarnya bukan hanya situs Eramuslim yang termakan hoax tersebut. Beberapa media di Timur Tengah sempat termakan isu yang sama. Sumber media-media yang menurunkan tulisan tersebut adalah situs Le Compétiteur. Kalau saja tidak malas dan jeli dengan melihat situs Le Compétiteur, Anda pasti tidak akan termakan hoax. Sebab, di menu A Propos atau Tentang di situs Aljazair yang berbahasa Prancis itu sudah dinyatakan bahwa Le Compétiteur hanyalah website parodi. Bahkan, situs tersebut menuliskan disclaimer agar pembacanya tidak salah paham terhadap artikel-artikel mereka. Disclaimer itu menyebut Le Compétiteur sebagai situs parodi. Seluruh artikel yang ditulis di situs tersebut palsu (atau mendekati palsu). Semua pernyataan adalah fiksi murni. Le Compétiteur tidak bertanggung jawab atas informasi palsu yang disampaikan di media. Messi juga pernah membantah langsung. Dia menegaskan tidak memberikan sumbangan kepada Israel. Messi justru menggunakan uangnya untuk membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit bagi warga miskin di negaranya, Argentina. Mungkin mereka yang masih menyebarkan isu di atas adalah pendukung fanatik rival berat Lionel Messi. Atau, bisa jadi mereka fakir kuota data yang malas browsing untuk menelusuri sebuah kebenaran informasi. Semoga kita dijauhkan sebagai fakir kuota yang malas. Sebab, masih banyak warung kopi yang menyediakan koneksi internet gratis. (gun/eko/c14/fat) Fakta: - Kabar tentang Messi yang menyumbang Israel bersumber dari situs parodi. Megabintang sepak bola FC Barcelona itu sudah pernah membantah. Messi menggunakan dana sosialnya untuk membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit bagi warga miskin di negaranya, Argentina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: