Gelombang Tinggi, Nelayan Cirebon Sulit Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Cirebon Sulit Melaut

CIREBON – Nelayan Kota Cirebon masih kesulitan melaut dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya Ahmad (43) yang tinggal di Kampung Nelayan Kesenden. Ahmad tak mau memaksa untuk mencari ikan ke tengah laut. Padahal hasil tangkapan pada musim seperti sekarang ini biasanya melonjak drastis. \"Kalau sedang ombak naik begini, ikan banyak. Tapi kita nggak berani sampai ke tengah,\" ujar Ahmad kepada Radar Cirebon. Perahu nelayan di pesisir Cirebon rata-rata berukuran kecil. Tentu tidak akan sanggup untuk mengarungi ombak di tengah laut yang ketinggiannya 2,5-4 meter. Meski tetap melaut dia mengandalkan tangkapan di laut dangkal. Begitu cuaca berubah, biasanya para nelayan kecil langsung sandar. Lain lagi di Kampung Nelayan Cangkol. Banyak diantara mereka yang lebih memilih libur melaut. Slamet salah satunya. Sambil menunggu ombak bersahabat, Slamet dan rekan-rekannya lebih memilih memperbaiki alat tangkap. \"Kalau musim begini mending nggak berangkat,\" paparnya. Slamet mengungkapkan, dari pinggir pantai gelombang laut memang tampak biasa saja. Namun lepas 5 mil dari garis pantai, baru terasa gelombang yang cukup tinggi. Untuk perahu kecil yang kebanyakan digunakan nelayan di Kota Cirebon, tentu tidak akan sanggup berlayar dengan ombak seperti itu. “Bisa rusak perahunya,” ucapnya. Hal senada juga dikatakan nelayan lainnya, Mulyadi (41). Saat ditemui di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cangkol ia mengungkapkan, ketinggian ombak lepas 5 mil dari pantau mencapai 2 meter. Kalau sudah seperti itu nelayan lokal biasanya putar balik karena terlalu bahaya. Apaalgi sekitar pukul 06.00 WIB sempat terjadi rob setinggi 80 cm di wilayah Cangkol Kecamatan Lemahwungkuk. (myg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: