Terbitin Buku, Menteri Susi Ajak Generasi Muda Cintai Laut

Terbitin Buku, Menteri Susi Ajak Generasi Muda Cintai Laut

JAKARTA - Diam-diam, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, jago menulis buku. Kemarin, bukunya yang berjudul; \"Laut Masa Depan Bangsa\" dibedah bersama-sama. Buku yang dia tulis sendiri itu, berisi tentang perjalanan sektor kelautan Indonesia, dari sejarahnya hingga tantangan ke depan yang harus dihadapi. Sebagai Pembicara, Susi menjelaskan soal isi bukunya. Dikatakan, tulisan yang dia buat semata-mata untuk memperlihatkan bahwa Indonesia menjadi poros maritim dunia dan laut di masa depan. \"Dengan buku ini, saya ingin mensosialisasikan dan mengajak masyarakat, agar mengerti di posisi mana kita berada. Karena semua kita akan menjadi penjaga dan pemilik utama laut demi masa depan,\" tutur Susi di Gedung Mina Bahari III, Kantor Pusat KKP, Jakarta, Rabu 28/3 Selanjutnya, Susi menjelaskan, secara umum ada 3 pilar yang diusung di dalam bukunya. Yaitu, kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. \"Tiga pilar itu menjadi dasar pelaksanaan dan cara kerja KKP,\" kata Susi. Selain itu, menteri yang dikenal nyentrik ini, mengajak generasi muda untuk mengawal pembangunan sektor kelautan dan perikanan, yang sedang berkembang pesat di Tanah Air. \"Saya harap, generasi muda yang akan terus mengawal kedaulatan dan keberlanjutan laut kita,\" kata Susi di Jakarta, Rabu. Menurut Susi, dengan menjadikan laut sebagai masa depan bangsa, berarti masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi harus dapat hidup dari lautan, kini dan nanti. Hal tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan antara lain dengan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan, agar tetap terjaga dan lestari. Dengan demikian, maka diharapkan sumber daya kelautan dan perikanan juga akan tetap melimpah untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia dan dunia. Sedangkan untuk mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa, maka sektor kelautan dan perikanan juga harus dapat terwujud dengan mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional. Pengusaha jamu yang juga budayawan, Jaya Suprana, yang hadir dalam bedah buku tersebut, mengatakan bahwa salah satu contoh pendidikan politik yang konstruktif dan cara mencintai laut, adalah adu cepat antara Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Danau Sunter. Jaya Suprana pun memberikan Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pendidikan politik paling konstruktif di Planet Bumi kepada Susi. Menurut Jaya, salah satu keputusan terbaik Presiden Joko Widodo adalah memilih Susi menjadi Menteri KKP. Selain Jaya Suprana, hadir juga pakar hukum yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, dan Pengamat Ekonomi Faisal Basri. Bedah buku juga turut dihadiri oleh masyarakat serta netizen yang menaruh perhatian pada kekayaan laut dan perikanan Indonesia. (zain)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: