Para Pemain Terbaik tanpa Mahkota, Olivier Giroud Striker Palsu?

Para Pemain Terbaik tanpa Mahkota, Olivier Giroud Striker Palsu?

FIFA hanya menganugerahi award terbaik bagi Luka Modric, Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Thibaut Courtois sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2018. Tetapi, tidak berarti pemain-pemain lain bukan yang terbaik. Olivier Giroud pun masih layak dianugerahi gelar sebagai yang terbaik. --- APA hebatnya Olivier Giroud? Dia hanya mengulang kisah Stephane Guivarch dalam Piala Dunia 1998. Saat Prancis untuk kali pertama jadi juara dunia. Sebagai sesama pemain yang jadi ujung tombak serangan Les Bleus, Giroud dan Guivarch sama-sama tak satu pun mencetak gol. Bahkan, Giroud tak sekali pun menembak tepat sasaran dari total 13 shots-nya! Bandingkan dengan Mbappe yang hanya butuh delapan shots untuk mencetak empat gol. \'\'Saya selalu berharap mampu menciptakan gol di Piala Dunia ini, tapi yang paling penting saya sudah membawa pulang piala itu (trofi juara Piala Dunia 2018) hari ini,\'\' ucap Giroud dikutip di Football. Ya, sebutan Ollie -sapaan akrab Giroud- adalah striker palsu. Sebab, dia satu-satunya striker yang melakukan lebih dari 13 shots tapi gagal mengakhirinya dengan gol. Jauh lebih buruk jika dibandingkan dengan Mohamed Salah yang hanya melakukan enam kali tembakan tetapi sudah mengoleksi dua gol bagi Mesir di Piala Dunia kali ini. \'\'Tak tahu kapan lagi saya berkesempatan mencetak gol di Piala Dunia. Yang jelas, semua sudah saya berikan bagi tim ini. Kebanggaan bagi saya berdiri seperti batu di sebuah bangunan,\'\' lanjut striker Chelsea itu. Lupakan soal 546 menitnya di Piala Dunia dengan tanpa menciptakan sebijii gol pun itu. Giroud tetap punya kontribusi penting bagi sukses Prancis meraih gelar juara dunia yang kedua kalinya. Sebagai striker, dia fungsinya lebih pada pemantul bola untuk pemain-pemain di sekelilingnya seperti Mbappe dan Antoine Griezmann. Buktinya, dia masih memberikan assist-nya di balik satu gol Mbappe ke gawang Argentina (30/6). Selain itu, Giroud juga masih berperan di balik serangan-serangan Prancis dari tujuh kali key passes-nya. Blaise Matuidi, rekan setimnya di skuad Prancis pun menyebut, peran Giroud di Piala Dunia ini lebih komplet. \'\'Bukan hanya dalam skema serangan, begitu pula saat bertahan,\'\' sebut Matuidi, dikutip Ouest France. \'\'Dia di sini sejak 2012. Dia selalu jadi pemain terpenting kami, dan bagi pelatih. Terlepas soal golnya, kami bangga memilikinya,\'\' lanjut Matuidi yang kali pertama main bareng bersama Giroud saat uji coba lawan Jepang di Stade de France, 12 Oktober 2012 itu. Giroud total sukses melakukan 10 sapuan, terbanyak dilakukan selain pemain lini tengah dan belakang Prancis. Di Prancis, bukan hanya Giroud pemain vital yang tak dilabeli terbaik oleh FIFA. Begitu pula dengan gelandang N\'Golo Kante. Dia jadi pemain dengan intersep tertinggi di Piala Dunia, dia jadi komponen vital Prancis saat serangan balik. Dilansir The Sun, Kante bahkan malu-malu saat ingin berfoto dengan trofi Piala Dunia. Kiper terbaik pun juga masih layak disematkan kepada dua kiper yang main pada malam itu, Hugo Lloris yang mengawal gawang Prancis, lalu Danijel Subasic di bawah mistar gawang Vatreni. Baik Lloris dan Suba -sapaan akrab Subasic- tak kalah dibandingkan Courtois. Bahkan, Subasic yang lebih heroik setelah mencatat empat saves dari dua adu penalti di Piala Dunia ini. Selain capaian akhir timnya, Subasic pun lebih bagus dari sisi jumlah kebobolannya. Dia hanya kebobolan lima gol dari enam laga. Sementara gawang Belgia dijebol lawan enam kali di tujuh laga bersama Courtois. \'\'Saya hanya tidak beruntung,\'\' ungkap Subasic seperti dikutip dari Goal. (ren)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: