Anak Gemar Membaca Sejak Dini, Picu Kemajuan Bangsa

Anak Gemar Membaca Sejak Dini, Picu Kemajuan Bangsa

CIREBON-Gerakan literasi menjadi salah satu gerakan yang dicanangkan pemerintah. Tujuannya, untuk membiasakan anak-anak khususnya yang masih duduk di bangku sekolah, agar membiasakan diri gemar membaca. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon  Mohammad Korneli mengungkapkan, dengan membiasakan anak membaca sejak usia dini, akan berdampak pada terbentuknya suatu bangsa yang maju.  \"Pertumbuhan ekonomi harus didasari karakter membaca, agar tetap kokoh, tidak kropos. Bisa dilihat di negara-negara seperti Jepang dan Amerika. Negara mereka maju karena sejak dini sudah dibiasakan membaca,\" bebernya. Perpustakaan bukan hanya tempat untuk melahirkan para pembaca, melainkan tempat untuk melahirkan orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas. Orang-orang tersebutlah yang akan menjadi calon-calon pemimpin cerdas, pengusaha sukses, maupun guru terdidik. Oleh sebab itu, pihaknya pun sangat mengapresiasi beragam kegiatan yang digelar di perpustakaan. Seperti kegiatan story telling yang diadakan beberapa waktu lalu dengan mengundang salah satu pendongeng nasional, Kak Ale disaksikan para murid dari Raudhatul Athfal (RA) Baiturrahman Bima, TK Bintang Pecilon, dan PAUD Nur Cendekia Watubelah. Rencananya, dia akan membuat jadwal rutin. Selain itu juga, akan mengumpulkan orang-orang yang memiliki kepedulian lebih terhadap Cirebon, guna mewujudkan misi terciptanya budaya membaca sejak dini. Pada kesempatan tersebut, Kak Ale menceritakan dongeng ‘Lulu Si Ikan Cantik Yang Sombong’ kepada anak-anak yang datang ke Perpustakaan Umum Daerah 400. Ia menggunakan boneka sebagai media penyampaian. Selain itu, juga memberi masukan kepada Perpustakaan Umum Daerah 400 untuk membuat sebuah kegiatan yang di dalamnya para guru dari berbagai PAUD di Kota Cirebon dituntut untuk membuat sebuah cerita anak. Selain bertujuan untuk menambah bahan bacaan anak-anak agar semakin gemar membaca, dengan kegiatan tersebut bisa menjadi nilai tambah, khususnya bagi guru-guru PAUD. Karena mampu menciptakan produk berupa sebuah buku cerita.  \"Pendongeng di luar sana jumlahnya banyak sekali. Namun, pembuat dongenglah yang sekarang hampir punah,\" tukasnya. (apr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: