Heboh Stempel Palu Arit

Heboh Stempel Palu Arit

KEGADUHAN terkait gambar palu arit yang identik dengan partai komunis kembali terjadi. Kali ini ditemukan stempel bergambar palu arit yang menyebar di media sosial. Banyak yang menyebut stempel PKI atau Partai Komunis Indonesia. Benarkah? Radar Sulteng (Radar Cirebon Group) berhari-hari menulis temuan tersebut. Intinya, stempel itu memang benar ada. Namun, terdapat sedikit misinformasi tentang pesan yang muncul di media sosial. Terutama penyebutan bahwa stempel tersebut milik PT Wanxiang. Perusahaan nikel yang berkantor di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Morowali. Sebagaimana dilaporkan Radar Sulteng, kasus itu telah ditangani Polres Morowali. Sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk pemilik nama Butomo yang membubuhkan tanda tangan bersama stempel berlogo palu arit tersebut. Dari keterangan yang disampaikan Polres Morowali kepada Radar Sulteng, stempel itu ternyata merupakan milik China Railway Construction Corporation atau CRCC. Perusahaan asal Tiongkok tersebut bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan itu bekerja sama dengan PT Wanxiang. Stempel tersebut digunakan untuk pengurusan dokumen BPJS. Menurut kepolisian, stempel CRCC yang dipakai di Indonesia sesungguhnya berlogo bintang. Stempel berlogo palu arit itu sebenarnya digunakan untuk keperluan internal perusahaan. Hingga kemarin (12/9), Polres Morowali belum menetapkan tersangka. Mereka membutuhkan keterangan ahli untuk memperkuat pembuktian apakah penggunaan stempel palu arit itu memenuhi unsur penyebaran ideologi komunis atau tidak. Misinformasi juga terjadi terkait dengan adanya statement gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang katanya meminta kasus di atas ditangani TNI, bukan Polri. Misinformasi itu didasarkan sebuah foto berita koran. Di koran tersebut, terdapat empat berita tentang kasus stempel palu arit. Berita utama berupa headline dengan judul Stempel Palu Arit PT Wanxiang Viral. Lalu, berita lainnya berjudul Soal Stempel Palu Arit, Warga Diminta Tenang. Ada juga judul berita Gubernur Minta TNI Seriusi dan TNI Jangan Serahkan ke Polisi. Judul berita terakhir itulah yang disebut statement gubernur Sulawesi Tengah. Padahal, di naskah sudah dijelaskan, statement tersebut berasal dari pengacara bernama Edmond Leonardo Siahaan. Dalam berita berjudul Gubernur Minta TNI Seriusi, terdapat pernyataan Gubernur Sulteng Longki Djanggola kepada reporter Kailipost lewat pesan pendek. Bunyinya, “Segera TNI dan Polri bergerak cepat”. Menurut Plt Bupati Morowali Pak Bartho, polres sudah menyelidikinya. (gun/c14/fat) FAKTA

  1. Stempel palu arit yang ditemukan di Morowali merupakan stempel China Railway Construction Corporation atau CRCC.
  2. Kicauan akun ustadtengkuzul tentang Gubernur Minta Diusut TNI, Bukan Diusut Polisi ternyata keliru. Sebab, statement itu berasal dari seorang pengacara, bukan gubernur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: