1,3 Juta Remaja AS Kecanduan Vape

1,3 Juta Remaja AS Kecanduan Vape

MICHIGAN - Penggunaan rokok elektronik atau yang biasa disebut Vape di Amerika Serikat meningkat secara drastis. Penggunanya didominasi remaja. Dilansir dari BBC, hasil survei Universitas Michigan menunjukkan kenaikan terjadi pada remaja usia antara 17 hingga 18 tahun hingga 1,3 juta remaja. Jika dipersentasekan meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2017. Para peneliti mengatakan tren ini membalikkan penurunan jumlah remaja yang menggunakan nikotin. Berdasarkan wawancara dengan 45.000 siswa di seluruh negera bagian, jumlah ini merupakan yang paling tinggi dibandingkan efek ganja yang merebak pada dekade 70-an. Peneliti kesehatan dari Universitas Michigan, Richard Miech mengatakan, Selain menggunakan nikotin, para remaja ini menggunakan ganja sebagai campuran liquid vape yang digunakan. “Kebijakan pemerintah untuk mencegah pengguanaan vape jalan di tempat,\" katanya. Meski demikian, penggunaan vape membuat angka konsumsi alkohol oleh para remaja menurun tajam. Melonjaknya penggunaan vape oleh remaja disebabkan kemudahan mengonsumsinya. Hingga kini para ahli menyalahkan versi terbaru dari rokok elektrik, beberapa di antaranya terlihat seperti driver USB, yang dapat digunakan secara sembunyi, dan banyak penyedap yang tersedia. Alasan lain, para remaja kini lebih cenderung introvert dan menghabiskan banyak waktu di rumah ketimbang bergaul dengan temannya. \"Faktor-faktor yang membuat vaping menarik minta remaja karena varian rasanya,\" Miech menambahkan. Banyak yang percaya vape,menyebabkan efek kesehatan jika digunakan secara reguler. Bulan lalu, pembuat rokok elektronik menyepataki menghentikan penjualan cairan liquid di seluruh negara bagian AS. Ini sebagai upaya mengekang penggunaan vape kepada remaja. Perusahaan juga menutup saluran media sosial Facebook dan Instagramnya. (fin/tgr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: