Camat Plered Tagih Janji BJB

Camat  Plered Tagih Janji BJB

Minta Gapura Kawasan Batik Segera Direalisasi PLERED- Sediktnya, 3.470 penduduk di Desa Trusmi Kulon, Kecamatan Plered, menjadi perajin batik. Kuwu Trusmi Kulon, Abdul Tholib (45) mengatakan, 75 persen penduduknya bekerja di kerajinan batik. Pengabdian para perajin dan pengusaha dalam melestarikan batik ini, dinilai sangat berperan aktif dalam mewujudkan kesehjahteraan masyarakat. Apalagi, keberdaan batik sudah semakin mendunia dan diakui oleh UNESCO. “Sangat bangga sekali, hal ini juga dijadikan sebagai lapangan kerja oleh masyarakat sekitar,” ujar dia, kepada Radar. Menurut dia, transaksi jual beli batik ini, paling ramai dilakukan pada saat weekend dan musim mudik. Konsumen datang dari berbagai daerah, baik lokal maupun mancanegara. Tholib juga mengungkapkan, dalam hal ini Pemkab Cirebon dan instansi terkait harus menangkap bahwa industri batik Cirebon sangat prospektif. Pemkab semestinya melakukan langkah-langkah strategis agar kawasan batik di Kabupaten Cirebon itu bisa berkembang pesat dan dikunjungi oleh masyarakat luas. Camat Plered, Drs Munangwar MSi mengatakan, satu di antara yang harus dilakukan pemkab adalah dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata batik dan masuk paket wisata di Jawa Barat. Di sekitar wilayah tersebut, pemerintah harus menyediakan lahan parkir agar para tamu atau turis domestik dan mancanegara bisa nyaman menempatkan kendaraanya. Ia memandang, selain lahan parkir tersebut penting, juga penataan wilayah di kawasan tersebut juga mesti baik. Di sepanjang jalan atau kawasan Plered harus tertata rapih, sehingga orang leluasa dan nyaman memasuki kawasan batik Cirebon. “Ini harus diseriusi jika Kabupaten Cirebon ingin berkembang dan mendapat imej positif dari orang luar. Imbas lain dengan tertatanya kawasan Trusmi dan sekitarnya sektor lain pun akan ikut membaik,” paparnya. Munangwar mengungkapkan, imbas lain dari dikenalnya Kabupaten Cirebon adalah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Investor pun akan dan melirik kawasan ini dan sekitarnya. \"Masyarakat pun sejahtera karena hasil kreatifnya dibeli orang. Sebab di kawasan ini tidak sedikit orang yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan batik. Mulai dari pencetak, penenun, pekerja kasar juga komponen lainnya,\" katanya. Munangwar juga menagih janji CSR bank bjb. Bank bjb, kata dia, menjanjikan pembangunan gapura kawasan batik, beberapa tahun lalu. Tapi, sampai sekarang tidak juha direalisasikan. \"Kami juga menanyakan kepada bank bjb, CSR yang dulu pernah dijanjikan, hingga kini kenapa belum teralisasi? Sedangkan nasabah dari bank tersebut itu kebanyakan dari kalangan PNS, pengusaha batik, rekanan dan masyarakat Kabupaten Cirebon umumnya. Ini sudah tahunan loh, kenapa belum juga realisasikan,\" tanya dia berurutan. (via)  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: