Lawan Racun Demokrasi

Lawan Racun Demokrasi

JAKARTA - Mendagri Tjahjo Kumolo mengingatkan, sukses tidaknya Pemilu dan Pilpres 2019, tidak hanya dibebankan penyelanggara pemilu. Tetapi seluruh lapisan masayarakat, terutama aparatur pemerintah dan pemerintah daerah untuk salih menyukseskan jalannya pesta demokrasi. Hal senada disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar. Dirinya meminta agar masyarakat mencermati dan melawan racun demokrasi. \"Jangan lupa juga cermati dan lawan Racun Demokrasi, yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, politisasi SARA, fitnah dan Hoax. Saat ini sangat mengkhawatirkan berbagai racun demokrasi di media sosial yang tentunya sangat mudah diakses oleh masyarat\", terangnya. Lebih lanjut, dia meminta masyarakat untuk lebih mencermati konten dari media sosial yang mengandung, ujaran kebencian, politisasi SARA, hoax, dan fitnah. Karena hal tersebut akan mengganggu iklim demokrasi yang bebas, rahasia, jujur dan adil. Dirinya pun berharap jangan sampai masyarakat terpengaruh dari setiap informasi keliru yang berdampak pada rusaknya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Justru seharusnya harus mengorganisir dan menebar kedamaian, informasi yang mendinginkan dan menyejukkan untuk merajut rasa persaudaraan dan persatuan. \"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta semangat gotong-royong di tengah- tengah masyarakat\", katanya. Terkait dengan netralitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam konteks politik, Bahtiar memastikan bahwa semua harus tegak lurus dalam konteks pemerintahan pusat sampai daerah. \"Seorang ASN sangat tidak etis jika mencela Pemerintah, baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, jelas arahan Presiden Jokowi ingin menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, taat kepada hukum membangun reformasi birokrasi,” pungkasnya. (fin/khf)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: