Daya Motor

Penampilan 2 Pemain Timnas U-19 Ini jadi Sorotan, Banyak Gocek dan Sering Lakukan Kesalahan

Penampilan 2 Pemain Timnas U-19 Ini jadi Sorotan, Banyak Gocek dan Sering Lakukan Kesalahan

Penampilan pemain Timnas Indonesia U-19 menuai sorotan karena kerap melakukan kesalahan.-Foto: Timnas Indonesia-radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM - Walau Timnas U-19 menang 3-0 atas Myanmar, namun ada sejumlah pemain yang menjadi sorotan. Mereka terlalu banyak kesalahan yang sering membahayakan gawang Indonesia.

Warganet banyak menyoroti 2 pemain Timnas yang sering melakukan kesalahan.

“Tadi aku nonton Timnas U-19 main di Piala AFF U-19 2026. Ada yang senada dengan kritik warganet yang nonton pertandingannya. Ada pula yang kurang seirama, yakni dalam hal menyoroti pemain-pemainnya,” tulis akun itu di media sosial, Threads.

Menurutnya, kecenderungan yang dikritik bahkan dihujat oleh warganet adalah 2 pemain Timnas U-19. Yakni Reno Salampessy dan Putu Panji.

BACA JUGA:Ramalan Shio Juni 2026: Bulan Emas bagi 3 Shio, Rezeki dan Peluang Datang Bertubi-tubi

Dia sepakat jika Reno dikritik karena kebanyakan gocek atau membawa bola. Sementara Panji dikritik karena sering salah umpan. Bahkan bukan hanya itu, juga sering terlihat kurang tenang saat mendapat tekanan lawan.

Dia setuju dengan kritikan itu. Namun akun itu juga menambahkan beberapa pemain yang masuk catatan dan perlu perbaikan untuk laga-laga berikutnya.

Menurut versinya, selain Putu dan Reno, ada 4 pemain yang memerlukan perhatian serius dari tim pelatih. Mereka adalah Zinadein Ardiansyah, Theo Leeming, Nazriel Alvaro dan Isfandyar Abdillah.

Bahkan 3 dari 4 pemain itu, kata dia, juga mendapat sorotan dari pelatih Nova Arianto. Bahkan, faktanya Zinadein diganti pada babak pertama sebelum genap 40 menit. Sementara itu, Reno dan Theo diganti pada awal babak kedua.

BACA JUGA:ASN Tak Masuk Kerja Gaji Dihentikan, Pemkot Cirebon Terapkan Aturan Tegas Mulai 2026

“Menurutku faktornya adalah tidak adanya kesinambungan antara lini belakang ke lini tengah dan depan. Gol Arkhan adalah contoh,” ujarnya.

Diuraikannya, gol Arkhan Kaka merupakan bukti ketika sepak bola tanpa penyambung di lini tengah. Akhirnya bek harus menjadi pengatur serangan dari belakang. Bahkan harus menjadi penyuplai bola potensial kepada penyerang.

Beruntung, lanjut dia, Arkhan Kaka bisa memenangkan duel dengan bek sekaligus kapten Myanmar. “Yang  mohon maaf kalah postur dibanding Arkhan. Sehingga, adu badannya kurang bagus,” tegasnya.

Hal tersebut, membuat Timnas Indonesia unggul berkat peluang itu. Apalagi dieksekusi dengan tenang oleh Arkhan Kaka. Yang dijuluki The Terminator.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait