Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Tercanggih, Teknologi AI Siap Pangkas Kontroversi Wasit
Piala Dunia 2026 pakai teknologi baru untuk akhiri kontroversi offside. FIFA hadirkan AI, avatar 3D, sensor bola, dan VAR generasi terbaru.-Freepik-
RADARCIREBON.COM – FIFA bersiap menghadirkan revolusi teknologi dalam dunia sepak bola melalui berbagai inovasi canggih yang akan diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Turnamen terbesar di dunia itu diproyeksikan menjadi ajang paling modern sepanjang sejarah dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), avatar 3D realistis, sensor pintar dalam bola, hingga sistem offside semi-otomatis generasi terbaru.
Langkah ini dilakukan FIFA untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, mengurangi kontroversi yang selama ini kerap terjadi, sekaligus menciptakan pertandingan yang lebih aman dan menarik bagi penonton di seluruh dunia.
Salah satu pembaruan paling mencolok adalah penyempurnaan teknologi offside semi-otomatis yang akan menjadi senjata utama dalam membantu perangkat pertandingan mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat.
BACA JUGA:Bursa Transfer Manchester United: Rekrutan Pertama dan Peringatan Keras dari Legenda Wales
Sistem Offside Baru Bikin Keputusan Lebih Cepat
Pada Piala Dunia 2026, asisten wasit akan mendapatkan peringatan audio secara langsung ketika seorang pemain terdeteksi berada dalam posisi offside lebih dari 10 sentimeter.
Batas toleransi tersebut jauh lebih sensitif dibanding sistem sebelumnya yang hanya memberikan notifikasi ketika pemain berada lebih dari 50 sentimeter dalam posisi offside.
Dengan pembaruan tersebut, hakim garis tidak perlu lagi menunggu fase permainan selesai sebelum mengangkat bendera.
BACA JUGA:Argentina Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Lionel Messi Kembali Jadi Andalan
BACA JUGA:Timnas Spanyol Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Generasi Emas La Roja Siap Menggila
Situasi yang selama ini sering memicu kebingungan pemain, pelatih, hingga penonton diharapkan dapat diminimalkan.
FIFA menilai sistem terbaru ini mampu mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa mengurangi akurasi yang menjadi prioritas utama dalam penggunaan VAR.
Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit dan asisten wasit yang bertugas di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

