Daya Motor

Festival Gerak 2026 Hadirkan The Joy of Movement, Mahasiswa PGSD Penjas UPI Dibekali Pelatihan Khusus

Festival Gerak 2026 Hadirkan The Joy of Movement, Mahasiswa PGSD Penjas UPI Dibekali Pelatihan Khusus

Festival Gerak 2026 segera digelar pada 9-10 September. Lebih dari 100 mahasiswa PGSD Penjas UPI Bandung dibekali officiating dan penilaian gerak.-Ist-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Persiapan menuju Festival Gerak 2026 terus dimatangkan. 

Program Studi PGSD Penjas UPI Bandung menggelar workshop khusus untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam bidang perwasitan, penilaian gerak, hingga manajemen kegiatan olahraga bagi anak usia sekolah dasar.

Workshop bertajuk “Penguatan Keterampilan Officiating dan Penilaian Gerak melalui Model Experiential Learning dalam Penyelenggaraan Festival Gerak Sekolah Dasar” tersebut dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan sebelum puncak Festival Gerak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9-10 September 2026.

BACA JUGA:Bukan Dilepas, Ramon Tanque Dipinjamkan Persib Bandung ke Klub India Chennaiyin FC

BACA JUGA:Cuma Rp50 Jutaan! 5 Mobil Bekas Ini Masih Bandel, Irit BBM dan Nyaman untuk Keluarga

Lebih dari 100 mahasiswa PGSD Penjas dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 mengikuti pembekalan secara intensif. 

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai simulasi yang mendekati kondisi nyata di lapangan.

Mahasiswa Disiapkan Hadapi Festival Gerak 2026

Workshop tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menjalankan berbagai peran selama penyelenggaraan Festival Gerak 2026.

BACA JUGA:9 Fakta Daun Kelor untuk Kesehatan, Superfood Lokal dengan Segudang Nutrisi

BACA JUGA:STNK Bisa Diblokir Otomatis karena Tilang ETLE, Ini Batas Waktu yang Harus Diingat

Sejumlah keterampilan penting menjadi fokus pembekalan, mulai dari:

  • Teknik perwasitan atau officiating.
  • Penilaian kemampuan gerak motorik anak.
  • Manajemen kegiatan olahraga.
  • Pengaturan peserta dan sistem rotasi.
  • Komunikasi antarpetugas.
  • Pengambilan keputusan di lapangan.
  • Mitigasi keselamatan peserta.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga untuk anak-anak membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan event olahraga pada umumnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait