Ketua Umum PSSI Minta Timnas Indonesia Tidak Remehkan Bangladesh! Begini Isi Pesannya
Ketua Umum PSSI Minta Timnas Indonesia Tidak Remehkan Bangladesh-Foto: Kemenpora-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Ketua Umum PSSI minta Timnas Indonesia tidak remehkan Bangladesh dalam sebuah wawancara yang dikutip lewat laman Instagram Blangkon Footbal @blangkon.football (30/09/2026).
Erick Thohir, selaku Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga menyampaikan jika Timnas Indonesia tidak boleh meremehkan laga kontra Bangladesh besok, Kamis 1 Oktober 2026.
Usai ditahan imbang Malaysia pada tanggal 28 September 2026 lalu, nasib Timnas asuhan John Herdman kini ditentukan dalam laga terakhir kontra Bangladesh, dan hasil dari laga Singapura kontra Malaysia (01/10/2026).
Bagaimana pernyataan Ketua Umum PSSI minta Timnas Indonesia tidak remehkan Bangladesh dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 nanti? Simak informasi dan penjelasan selengkapnya berikut ini!
BACA JUGA:Rekomendasi Tanaman Minimalis Indoor Hias untuk Rumah Kecil, Hemat Tempat tapi Tetap Bikin Estetik
Himbauan Erick Thohir Tentang Laga Kontra Bangladesh dan Harapan Laga Singapura vs Malaysia
Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari halaman resmi Blangkon Football pada platform Instagram @blangkon.football, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI menyatakan jika laga kontra Bangladesh tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut juga berdoa supaya hasil Malaysia dan Singapura sama-sama melakukan fight.
"Artinya, Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Timnas harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya."
Masih Ada Peluang, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Berjuang di Laga Kontra Bangladesh
Dengan segala peluang untuk Timnas Indonesia esok hari, Erick Thohir menekankan para pemain untuk terus berjuang. Khususnya dengan peluang yang terbilang masih memungkinkan.
"Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah."
"Kalau saya lihat dalam konteks yang saya lihat kemarin, dengan pemain kurang satu, pemain-pemain harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
