Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Minta Maaf, Diungkit Kembali Suporter Indonesia

Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia, FAM Minta Maaf, Diungkit Kembali Suporter Indonesia

FAM-@malaysia_nt-Instagram

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Perebutan juara Grup B FIFA Asean Cup 2026 antara Indonesia dan Malaysia sudah selesai.

Pasukan Garuda melaju ke babak final. Sementara Harimau Malaya harus pulang kampung. 

Tapi riak-riak para pendukung timnas kedua negara bertangga itu masih terus memanas di media sosial. Keduanya saling mengungkap “dosa” tim lawan.

BACA JUGA:FAM Protes ke FIFA, Sebut Tambahan Injury Time 7 Menit di Laga Indonesia VS Bangladesh Itu Curang

Salah satu, yang mengungkap borok Timnas Malaysia adalah Rifqy Setyanto. Penggiat media sosial ini menguraikan kembali skandal naturalisasi Timnas negeri jiran tersebut.

Rifqy mengungkapkan, pada tanggal 30 September 2026, Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Datuk Ab Ghani Hassan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Presiden yang baru terpilih meminta maaf kepada penggemar sepak bola Malaysia. Hal tersebut terkait skandal pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain “keturunan” atau naturalisasi.

Bahkan Ghani berjanji bahwa masalah serupa tidak akan terulang kembali di bawah kepemimpinannya.

Rifqy Setyanto pun menguraikan kronologi dan timesline skandal naturalisasi timnas Malaysia: 

BACA JUGA:FAM Malaysia Minta FIFA Usut Tuntas Injury Time Indonesia VS Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Ngga Terima?

Pada Maret 2025: FAM mengajukan proses naturalisasi untuk tujuh pemain kelahiran luar negeri.

Pada 10 Juni 2025: Ketujuh pemain tersebut tampil membela Timnas Malaysia dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2027 dan Malaysia menang 4-0 atas Vietnam.

Pada 11 Juni 2025: FIFA menerima pengaduan anonim resmi mengenai keabsahan dan garis keturunan dari para pemain naturalisasi baru tersebut, karena waktu proses yang dinilai janggal.

Akhir September 2025: Komite Disiplin FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada FAM. Ketujuh pemain setelah investigasi membuktikan adanya pemalsuan dokumen silsilah keluarga. Klaim keturunan Malaysia yang ternyata palsu).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait