Hari Batik Nasional, BTN Gwlar Literasi Keuangan dan Pelatihan Teknik Membatik Ramah Lingkungan
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, BTN menggelar pelatihan membatik ramah lingkungan bagi pengrajin batik di Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon. -BTN-
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Memperingati Hari Batik Nasional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggelar program literasi keuangan.
Tidak hanya itu, BTN juga menggelar pelatihan membatik ramah lingkungan bagi pengrajin batik di Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon.
Program ini merupakan langkah nyata BTN dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan (sustainable finance) hingga ke level debitur non-perumahan.
BACA JUGA:BTN Cirebon Kembali Gelar Akad Masal KPR Bersubsidi
BACA JUGA:Plafon Terkecil Rp5 Juta, Ini Dia Tabel Angsuran Non Kur Bank BTN Tahun 2025
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo menegaskan, dukungan BTN terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya pengrajin batik, sejalan dengan komitmen perseroan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara menyeluruh.
“BTN tidak hanya mendukung sektor papan melalui pembiayaan perumahan, tetapi juga kebutuhan dasar lain seperti pangan dan sandang."
"Batik adalah identitas budaya Indonesia sekaligus industri sandang yang menopang jutaan pengrajin."
"Dukungan ini merupakan bagian dari strategi BTN mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan,” jelas Setiyo, Kamis 2 Oktober 2025.
Dalam sesi literasi keuangan, BTN juga membuka opsi untuk pembukaan tabungan, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pengrajin.
BACA JUGA:Angsuran KUR BRI 2025: Jenis Pinjaman, Syarat, dan Cicilan untuk UMKM
BTN juga menggandeng World Wide Fund for Nature Indonesia (WWF) untuk memperkenalkan penggunaan bahan baku batik yang ramah lingkungan, termasuk material dari minyak sawit bersertifikasi.
“Kami ingin para pengrajin batik tidak hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendapatkan akses keuangan yang inklusif dan ramah lingkungan."
"Bahkan kami mendorong mereka menjadi agen banking sehingga bisa menambah penghasilan,” tambah Setiyo.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

