Banjir Kota Cirebon Disebut yang Terparah, Begini Komentar Handarujati dan Sutan Aji
Pemerhati Kebijakan Publik Kota Cirebon, Sutan Aji Nugraha (kiri). Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Moh Handarujati Kalamullah (kanan), Minggu (26/1/2025).-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Banjir di Kota Cirebon, Sabtu 25 Agustus 2025 dinilai sebagai yang terparah. Itu dikatakan Pemerhati Kebijakan Publik, Sutan Aji Nugraha.
Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon pada Sabtu (25/1/2025) membuat sejumlah disebut sebagai banjir terparah dari peristiwa banjir sebelumnya.
Banjir yang mengepung Kota Cirebon ini mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Pemerhati Kebijakan Publik Kota Cirebon, Sutan Aji Nugraha mengatakan, salah satu penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase.
Menurut dia, sistem drainase Kota Cirebon kurang memadai, sehingga tidak mampu mengalirkan air hujan dengan intensitas tinggi.
BACA JUGA:Penemuan Mayat di Kota Cirebon Dekat Kuburan China
BACA JUGA:Lagi Diet? Nih, Makanan yang Cocok Buat Mengurangi Berat Badan
"Banjir ini sebenarnya masalah klasik tapi permasalahannya sangat krusial. Sehingga, apa yang menjadi kebijakan dari Walikota Cirebon terpilih itu harus diprioritaskan. Sehingga, nanti ke depan setiap tahunnya enggak ada lagi Kota Cirebon kebanjiran," katanya di sela-sela menghadiri Musda KNPI Kota Cirebon, Minggu (26/1/2025).
Sutan Aji menuturkan, Pemerintah Kota Cirebon diwajibkan melindungi masyarakat dengan cara berkoordinasi dengan BBWS dan DPUTR mengatasi banjir.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Moh Handarujati Kalamullah, di tempat yang sama menjelaskan, sebelum terjadinya banjir Komisi II DPRD Kota Cirebon telah memanggil pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) dan DPUTR Kota Cirebon.
Di dalam pertemuan itu Komisi II bersama DPUTR dan BBWS membahas persoalan antisipasi banjir. Benar saja, beberapa hari kemudian banjir menerjang Kota Cirebon.
BACA JUGA:Rumah Ambruk di Kegiren Cirebon, Pemilik: Sudah 3 Kali Ajukan Rutilahu Tak Pernah Dapat
BACA JUGA:Rampung Jalani Tes Medis, Pemain Timnas Indonesia Kevin Diks Segera Merumput di Bundesliga
"Komisi II sudah sempat mengundang DPUTR Kota Cirebon dan BWS sebelum banjir pertama dan yang kemarin hari Sabtu," katanya.
"Memang sinkronisasi ini menjadi sangat penting karena ada beberapa perubahan kewenangan yang selama ini juga tidak bisa selaras satu sama lain atau tumpang tindih. Maka, yang harus dilakukan adalah, kita minta dalam rangka melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Cirebon itu memetakan yang memang selama ini menjadi bagian besar untuk dibenahi di Kota Cirebon," jelas Handarujati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

