Jalan Rusak, Bukti Penyerapan Anggaran Kabupaten Cirebon Minim?
Masa Aksi Tutup Mulut menilai jika Pemerintah Kabupaten Cirebon minim dalam menyerap anggaran yang berimbas terhadap jalan rusak.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Jalan rusak di Kabupaten Cirebon yang lambat diperbaiki, menunjukan bahwa minimnya serapan anggaran yang dikucurkan dari pemerintah pusat.
Hal tersebut, diungkapkan Kordinator Lapangan (Korlap) Warga Cirtim Menggugat, H Dade Mustofa, di sela demo jalan rusak yang dilakukan Sabtu, 12 April 2025 lalu.
Kondisi jalan yang mengalami kerusakan di Cirebon Timur, faktanya lambat diperbaiki karena anggaran dari pemerintah yang terbatas.
Namun menurut peserta demo, terbatasnya anggaran yang diturunkan karena kesalahan pemerintah daerah sendiri yang minim dalam penyerapan anggaran.
BACA JUGA:Demo Ojol di Cirebon Sempat Ricuh, Terjadi Aksi Saling Dorong
Menurut H Dade, minimnya serapan anggaran tersebut, berimbas kepada jumlah anggaran yang diturunkan di tahun mendatang.
"Itu membuktikan bahwa penyerapan anggaran di Kabupaten Cirebon itu minim, sehingga pemerintah pusat pilah-pilih untuk bisa merealisasikan ini (Anggaran). Artinya, Kabupaten Cirebon dianggap kurang mampu dalam menyerap anggaran," jelas H Dade di lokasi demo, Sabtu 14 April 2025.
Dijelaskan lebih lanjut, kondisi jalan rusak sudah terjadi cukup lama dan tidak ada upaya perbaikan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon.
Menurut H Dade, dengan situasi itu, menjadi pemicu warga Cirtim melakukan aksi demo untuk memberikan teguran kepada Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg.
BACA JUGA:Sweeping Driver Ojol Jelang Demo di Cirebon, Pegawai Rumah Sakit Menangis Diturunkan di Jalan
Mereka berharap, upaya perbaikan yang dijanjikan bulan Agustus 2025 nanti, benar-benar direalisasikan.
Karena menurutnya, warga Cirtim sudah cukup sabar menunggu tindakan nyata dari Pemkab Cirebon, terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan.
"Kami warga masyarakat Cirebon Timur sudah merindukan jalan ini, tetapi kami juga positif thinking bahwa pemerintah bakal mampu. Tetapi tentunya harus ada batasan, mereka (Pemkab Cirebon) menjanjikan Agustus maka kita tunggu sampai Agustus," paparnya.
Ditegaskan H Dade, demo jalan rusak yang diberi nama Aksi Tutup Mulut ini, bakal kembali digelar jika janji tersebut tidak dilaksanakan pada bulan Agustus nanti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


