Angin Puting Beliung Terjang Mertasinga Cirebon, 128 Rumah Rusak, Ratusan Warga Terdampak
Angin puting beliung menerjang Desa Mertasinga Cirebon, merusak 128 rumah dan berdampak pada 495 warga.-Polres Cirebon Kota-
RADARCIREBON.COM – Angin puting beliung menerjang Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menyebabkan kerusakan ratusan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Rabu sore (11/3/2026) itu membuat ratusan warga terdampak. Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan masyarakat berupaya melakukan pemulihan secara cepat.
Sehari setelah kejadian, jajaran Polres Cirebon Kota langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu proses penanganan pasca bencana.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Gunung Jati AKP Muchammad Qomaruddin yang meninjau kawasan terdampak di Blok Karangbaru dan sekitarnya, Kamis (12/3/2026).
BACA JUGA:Salat Idul Fitri di Alun-alun Kejaksan Cirebon: Target 10 Ribu Jemaah, Ada Skenario Cuaca Ekstrem
BACA JUGA:Zakat di Baznas Kota Cirebon Tembus Rp617 Juta Jelang Lebaran 2026, Zakat Fitrah Baru Rp 171 Juta
Menurut AKP Muchammad Qomaruddin, angin puting beliung muncul saat kondisi cuaca di wilayah Desa Mertasinga berubah drastis.
Sekitar pukul 15.20 WIB, awan hitam pekat terlihat menggantung di langit desa sebelum akhirnya muncul pusaran angin yang bergerak dari arah selatan menuju utara.
“Pusaran angin yang cukup kencang tersebut menyebabkan sejumlah atap rumah warga beterbangan serta menumbangkan beberapa pohon di kawasan permukiman,” ujarnya saat melakukan monitoring di lokasi bencana.
Berdasarkan hasil pendataan sementara yang dilakukan bersama pemerintah desa dan unsur terkait, wilayah yang paling terdampak berada di RW 04, RW 05, dan RW 06 Desa Mertasinga.
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2026, Polresta Cirebon Musnahkan 10.152 Botol Miras dan 2.633 Knalpot Brong
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026: Polresta Cirebon Kerahkan 1.200 Personel dan Dirikan 11 Pos Pengamanan
Kerusakan bangunan terjadi cukup luas sehingga proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, perangkat desa, serta relawan masyarakat.
Data sementara menunjukkan jumlah warga terdampak mencapai 495 jiwa yang tersebar di beberapa wilayah RT dan RW.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

