Kebijakan Donald Trump Bikin Resah Pengusaha di Cirebon
Kebijakan Donald Trump membuat para pengusaha industri furniture rotan di Cirebon resah.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sejak diumumkannya kebijakan Presiden Amerika Serikat yang akan kenaikan tarif pajak impor sebesar 32 persen disikapi negatif para pengusaha industri furniture rotan di Cirebon.
Sebagai sentra industri rotan dengan ekspor ke Amerika dan beberapa negara di eropa, para pengusaha industri furniture rotan di Cirebon resah
Kebijakan Donald Trump ini dinilai akan merugikan industri rotan di Cirebon. pasalnya saat ini saja para buyer (pembeli) masih menunda atau wait and see untuk pemesanan produk rotan dari Cirebon dalam jangka panjang.
Selain itu, para buyer atau pembeli sudah meminta diskon harga sebesar 30 persen untuk menutupi kenaikan pajak impor Amerika. Tentunya ini akan membebani industri rotan di Cirebon, pasalnya produk-produk furniture rotan di Cirebon sebagian besar dikirim ke amerika dan beberapa negara eropa.
BACA JUGA:Update Kasus Bocah 12 Tahun Tersiram Alkohol: Polres Cirebon Kota Bakal Beri Kejutan Awal Pekan Depan
Bahkan, untuk pengiriman ke Amerika bisa mencapai 50 hingga 70 persen dari keseluruhan ekspor ke luar negeri. Namun demikian dalam 90 hari ke depan sebelum mulai diberlakukannya kenaikan tarif impor ini pengusaha rotan di cirebon berharap pemerintah indonesia segera melakukan upaya secepatnya melalui tim negosiator ke amerika serikat untuk bisa meminta keringanan dari kebijakan trump tersebut.
"Yang jelas sekarang sedang hold untuk jangka panjang. Tapi yang sudah berjalan masih, cuma jangka panjang di hold saja. Mereka (buyer) juga minta diskon sekitar 30 persen dari harga yang sudah jalan. Itu sangat berat tapi satu sisi kita harus produksi,"ujar Vladimir Dicky Santoso selaku Ketua Ketua Asmindoasosiasi Meubel Indonesia (Asmindo) Komda Cirebon kepada RadarCirebon.Com, Rabu (16/4/2025).
Vladimir berharap dengan kenaikan tarif baru impor Amerika tersebut ke depanya para pengusaha furniture rotan bisa melakukan efisiensi produksi dan hal ini juga bisa mengancam para pekerja di sektor industri rotan.
"Harapan saya pemerintah agar lebih cepat lakukan negosiasi dengan Amerika. Karena market di Cirebon ini 50 persen dari Amerika dan kita butuh sekali itu. Kalau dari perusahaan saya sih pasarnya 70 persen ke Amerika. Karena ini masih wait and see kita harus cepat kirim sebelum tarif benar-benar diberlakukan. Yang bahaya itu nanti akan terjadi efisiensi besar besaran,"pungkasnya. (rdh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

