Perubahan Nama dan Fungsi Gedung Negara sebelum Bale Jaya Dewata, Ridwan Kamil Pakai Nama Ini
Bale Jaya Dewata Cirebon pernah mengalami beberapa kali perubahan nama dan fungsi.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Perubahan fungsi dan nama Gedung Negara eks Karisidenan Cirebon, sudah terjadi berulang kali.
Bahkan di Era Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pernah menggunakan nama Ahmad Suhara.
Namun, nama tokoh Jawa Barat tersebut bukan pada gedung utama, melainkan pada Creative Center yang dibangun di area Gedung Negara.
Budayawan Cirebon, R Chaidir Susilaningrat juga pernah mempertanyakan penggunaan nama tersebut.
Sebab, Ahmad Suhara bukan tokoh Cirebon. Beliau adalah Tokoh Sunda yang dikagumi oleh Ridwan Kamil.
Sementara di era Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, kini Gedung Negara diubah menjadi Bale Jaya Dewata atau Prabu Siliwangi dan difungsikan sebagai kantor gubernur di wilayah Ciayumajakuning.
Ia menambahkan, bahwa sejak dulu fungsi Gedung Negara berubah-ubah. Dibangun tahun 1808 sebagai markas tentara kolonial dengan nama Gayeng Sekar.
Meski disebut markas tentara kolonial, kata Chaidir, anggotanya merupakan warga Indonesia.
BACA JUGA:Kolam Penampung Air Pondok Gontor 5 Magelang Roboh, 4 Santri Meninggal Dunia
Seiring berjalan waktu, berubah menjadi Kantor Keresidenan Wilayah III Cirebon. Lalu Kantor Pembantu Gubernur Wilayah III Cirebon
Kemudian sebagai Badan Koordinasi Wilayah atau Bakorwil. Setelah Bakorwil berakhir, difungsikan menjadi Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah III Jabar.
Pasca era BKPP berakhir, Gubernur Ridwan Kamil sebagai pusat budaya atau creative center. Ridwan Kamil pakai nama Ahmad Suhara.
Pemerhati yang juga Tokoh Budayawan Cirebon Jajat Sudrajat mengkritisi penggantian nama Gedung Bakorwil menjadi Bale Jaya Dewata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


