Ok
Daya Motor

Sungai Singaraja Lama Tak Dinormalisasi, Obor Cirtim Kritisi BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Sungai Singaraja Lama Tak Dinormalisasi, Obor Cirtim Kritisi BBWS Cimanuk-Cisanggarung

Sungai Singaraja yang melintasi 5 kecamatan di Kabupaten Cirebon kerap banjir.-ISTIMEWA/RADARCIREBON.COM-

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Presidium Obor Cirebon Timur (Cirtim) melayangkan kritik keras terhadap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung karena dianggap lalai dalam menangani kondisi Sungai Singaraja yang melintasi wilayah Kecamatan Lemahabang, Astanajapura dan Pangenan, Kabupaten Cirebon.

Ketua Presidium Obor Cirtim, Qorib Magelung Sakti mengatakan, BBWS Cimanuk-Cisanggarung telah lalai dalam menjalankan tugasnya, khususnya terkait normalisasi Sungai Singaraja yang melintasi sejumlah desa di 3 kecamatan tadi.

Bertahun-tahun sungai tersebut tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Cirebon dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung.

BACA JUGA:Gelar Razia Pekat di Ciledug, Polresta Cirebon Sita 148 Botol Miras

BACA JUGA:Minamind Artisan Soap Ajak Masyarakat Buat Bodycare Melalui Fun Workshop, Anda Tertarik?

BACA JUGA:Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Masyarakat, Polresta Cirebon Gelar Program Sosialisasi Ini

Sampai akhirnya mengalami sedimentasi dan menimbulkan banjir ketika musim hujan.

"Setiap musim hujan, warga Astanajapura hingga Pangenan harus bersiap-siap menghadapi banjir."

"Ini bukan bencana alam semata, tapi lebih pada kelalaian pemerintah, dalam hal ini BBWS yang tidak kunjung melakukan normalisasi atau pengerukan sungai," katanya.

Warga setempat pun mengaku resah karena genangan air yang muncul akibat luapan air Sungai Singaraja semakin parah dari tahun ke tahun. 

BACA JUGA:Duta Besar Belanda Bagikan Pengalamannya Melihat Proses Membatik Mega Mendung Khas Cirebon

BACA JUGA:Gempar! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga Sarajaya Mengapung di Sungai Cimanis

BACA JUGA:Sudah Dikenal oleh Wisatawan Mancanegara, Begini Harapan Pelaku Seni dan Pedagang di Sukalila

Air kerap limpas ke pemukiman warga, lahan pertanian, dan jalan-jalan utama, sehingga mengganggu aktivitas dan menimbulkan kerugian ekonomi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait