Ok
Daya Motor

Warga Kecamatan Waled Harus Sabar, Normalisasi Sungai Ciberes Terkendala Cuaca

Warga Kecamatan Waled Harus Sabar, Normalisasi Sungai Ciberes Terkendala Cuaca

Petugas Tagana dari Dinas Sosial beserta perangkat desa terjun langsung ke Desa Ciuyah Kecamatan Waled yang kembali terendam banjir, akhir pekan kemarin.-Deny Hamdani-Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Warga di Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon yang kerap kena musibah banjir akibat luapan Sungai Ciberes, harus lebih bersabar.

Normalisasi yang diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi banjir, ternyata tidak mudah dilakukan saat ini.

Masih tingginya curah hujan yang terjadi, menyulitkan pihak Balai Besar Wilayah Sungai atau BBWS melakukan normalisasi.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, normalisasi Sungai Ciberes sedang berjalan namun terkendala cuaca.

BACA JUGA:Biaya Akta Sawah di Ujunggebang Tak Sampai Rp5 Juta, Camat Sebut Ada Salah Paham

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur pada hari Sabtu, 17 Mei 2025 kemarin, menyebabkan 4 desa di Kecamatan Waled, terendam banjir.

Banjir yang terjadi, akibat Sungai Ciberes tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.

Empat desa yang terendam luapan air Ciberes adalah Desa Ciuyah, Ambit, Gunungsari, dan Mekarsari. Keempat desa itu hingga kini masih menjadi langganan banjir.

Deni Nurcahya mengatakan, banjir yang terjadi di empat desa di Cirebon Timur tepatnya Kecamatan Waled, dikarenakan luapan Sungai Ciberes. 

BACA JUGA:Warga Kabupaten Cirebon Jenuh Banjir, Minta Solusi Bukan Bantuan

"Jadi di Kuningan hujan deras dan lama, lalu Sungai Ciberes meluap keempat desa itu, dan memang itu sering terjadi,” ujar Deni dikutip dari Koran Radar Cirebon Edisi Senin, 19 Mei 2025.

Disinggung soal janji BBWS untuk membenahi persoalan banjir di Kawasan Waled, Deni mengaku saat ini tengah berjalan.

Hanya saja, normalisasi Sungai Ciberes yang dilakukan oleh pihak BBWS, hingga kini belum tuntas.

"Normalisasi yang dilakukan BBWS menyeluruh, mulai dari pengerukan, pelebaran sungai, sampai dengan peninggian tanggul," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait