Daya Motor

UGJ Gandeng Kementrian UMKM Gelar Entrepreneur Hub

UGJ Gandeng Kementrian UMKM Gelar Entrepreneur Hub

UMKM terbukti terus tumbuh, bahkan saat negara mengalami “badai” pandemi covid 19, UMKM mampu bertahan dan terus tumbuh.-Abdullah-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - UMKM terbukti terus tumbuh, bahkan saat negara mengalami “badai” pandemi covid 19, UMKM mampu bertahan dan terus tumbuh. Hal ini mengemuka saat Hub entrepeneur yang digelar kementrian UMKM bersama Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Rabu (9/7) di UGJ Cirebon.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza mengatakan, kota Cirebon salah satu daerah UMKM yang tumbuh dan berkembang. Menurut Helvi, Presiden Prabowo konsen pada UMKM, ada dua jalur pertumbuhan ekonomi yakni jalur perkoperasian dan kewirausahaan.

“Kami di kementrian UMKM memberikan motivasi yang berkaitan dengan kewirausahaan,” terangnya. Ketika sudah  berhasil, kata Helvi, itu akan disambut beberapa aspek, yakni permodalan, dukungan pasar. Wirausaha mikro ini, kata Helvi, mendapatkan suntikan 0-Rp10 juta, ultra mikro diberikan KUR Rp 10 juta-Rp100 juta. naik kelas lagi usaha kecil ada yang tumbuh pesat dan sanggup mengambil kredit komersial. “Jadilah pengusaha menengah dan kita berusaha membantu fasilitasi perijinan,” tandasnya.

Kementrian UMKM, kata Helvi, menggandeng Kementrian perdagangan dan kementrian investasi BKPM dengan kemitraan bersama pengusaha besar. Dibalik itu kita harus ada pertumbuhan, maka di situlah perlunya peran teknologi.  “Sebagus apapun produk,  kalau tidak dibantu permodalan maka kurang mendukung pengembangan UMKM,” tandasnya.

Makanya bank Himbara menurut Helvi, mesti membantu pelaku UMKM. Posisi negara mengalami kesulitan,  justru mikro yang bertahan.   BRI hebat justru karena  konsen di mikro.

BACA JUGA:Kasus Bayi Meninggal di Kuningan: Begini Respon Monohok Kadinkes usai Tim Hotman ke RSUD Linggajati

Menurut Helvi, UMKM adalah tulang punggung bangsa, menyerap lebih dari 97 persen, tenaga kerja nasional. Namun dibalik angka itu, masih banyak pekerjaan rumah. Dimana sebagian besar UMKM masih berskala mikro, terkendala akses pembiayaan dan pemasaran, rendahnya literasi keuangan, dan terbatasnya pemahaman terhadap instrumen pendanaan yang ada.
 
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa porsi kredit perbankan untuk UMKM masih stagnan di angka 20–22 persen. Artinya, kita belum berhasil menjembatani potensi besar UMKM dengan kebutuhan nyata mereka.
 
Melihat hal ini, Pemerintah telah menargetkan dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045, Rasio kewirausahaan nasional 3,10 persen di 2025,menjadi 3,6 perse. di 2029, hingga 8 perse. di 2045, sebagai tolok ukur negara dengan ekonomi inklusif dan berdaya saing tinggi.
 
Namun target itu tidak akan tercapai dengan pendekatan yang biasa-biasa saja. Kita butuh lompatan kolektif, bukan hanya kebijakan dari atas, tapi juga gerakan nyata dari bawah.

BACA JUGA:Kawasan Olahraga Bima Cirebon Rawan Kriminalitas dan Prostitusi, Begini Tindakan Pemerintah

Deputi bidang kewirausahaan kementrian UMKM, Siti Azizah mengatakan, kegiatan ini kolaborasi lintas sektor diantaranya Pemda,  perguruan tinggi,  perbankan, komunitas,  asosiasi pelaku usaha atau marketplace. Tujuannya, kata Azizah,  menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Menurut Azizah, Enterpreneur Hub ini mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan pengembangan infrastruktur dalam mendukung pencapaian pengusaha nasional 3,6 persen ditahun 2029.

“Sebagai bentuk implementasi penguatan ekosistem kewirausahaan yakni enterpreneur hub diikuti  200 peserta dalam menumbuhkan jiwa  wirausaha, kemudian rembug wirausaha dengan 30 wirausaha,” ujarnya.
Selain itu, kata Azizah, Ada picing wirausaha jagoan lokal. Ada mini Expo sebagai bentuk dukungan wirausaha lokal. Melalui kegiatan ini bentuk nyata menciptakan wirausaha.

Rektor UGJ, Prof Dr Ir Achmad Faqih SP MM mengatakan enterpreneur Hub ini momentum bagi UGJ yang ditunjuk kementrian UMKM pada penyelenggaraan enterpreneur Hub. Kedepan, kata Faqih, harus lebih bersaing di tataran internasional. Ini sebuah inisiasi penting dalam mendukung program di era digital. Faqih menyampaikan bahwasannya UGJ sudah menyelenggarakan MBKM di wilayah Cirebon, beberapa artikel malah masuk ke jurnal internasional. Ini bukti bahwa UGJ ingin melahirkan pebisnis muda pebisnis pemula.

“Mudah mudahan kedepan tidak hanya sebatas seminar, tapi melahirkan UMKM bertaraf internasional. Bagaimana kita berkiprah mendorong generasi muda menjadi pemimpin tingkat dunia,” terangnya.

BACA JUGA:Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Green Financing BRI Terus Tumbuh Capai Rp89,9 Triliun

Kami harapkan kolaborasi ini membangun ekonomi kuat dan Indonesia terus menjadi negara maju sehingga menjadi parameternya manusia unggul. Kedepan perlu implementasi sinergitas dunia pendidikan dan pebisnis mendongkrak ekonomi ditingkat dunia.

Kepala DKUKMPP, Dr Iing Daiman MSi menyampaikan  kota Cirebon memiliki UMKM, ini wujud apresiasi pelaku  UMKM. Dinamika kota Cirebon luar biasa, karena kami tidak hanya bergulir lokaliti Cirebon tapi dari luar juga. Iing berharap Pelaku UMKM bisa lebih maju kedepan, ini bagian ikhtiar kita memajukan UMKM kota Cirebon. Pemkot punya komitmen, silahkan mendisplay produknya di mall UMKM tanpa dipungut biaya. (abd) caption foto : Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menyerahkan pembiayaan KUR BRI kepada pelaku UMKM diacara Entrepeneur Hub, Rabu (9/7) di UGJ Cirebon.(abd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: