111 Tokoh Pesantren Babakan Menuntut KDM Dievaluasi, Soroti 5 Kebijakan Kontroversial
111 tokoh pengasuh dan alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, berkumpul dalam Halaqah Akbar bertajuk “Refleksi Kebijakan Pendidikan Jawa Barat” yang digelar Sabtu, 19 Juli 2025. -Istimewa -Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Sebanyak 111 tokoh pengasuh dan alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, berkumpul dalam Halaqah Akbar bertajuk “Refleksi Kebijakan Pendidikan Jawa Barat” yang digelar Sabtu, 19 Juli 2025.
Forum strategis tersebut menghasilkan Maklumat Babakan, yaitu pernyataan sikap resmi terhadap sejumlah kebijakan kontroversial Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.
Pertemuan yang berlangsung di kompleks pesantren ini melibatkan sejumlah tokoh nasional dan daerah dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur ulama, pimpinan ormas keagamaan, legislatif, hingga pejabat daerah.
Mereka menilai bahwa beberapa kebijakan Pemprov Jabar bertentangan dengan prinsip keadilan pendidikan dan berpotensi melemahkan eksistensi pesantren serta lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.
BACA JUGA:Begini Aksi Heroik Bripa Cecep Sebelum Gugur di Pesta Rakyat Garut
BACA JUGA:Ribuan Orang Demo Larangan Study Tour Menuntut KDM Cabut Kebijakan
Hadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Kharismatik
Halaqah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Dr. KH. Dedi Wahidi, MM, pengasuh Kampus Hijau Kaplongan Indramayu, sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKB
Dr. KH. Juhadi Muhammad, MH, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat
KH. Marzuki Ahal, Ketua Persatuan Seluruh Pesantren Babakan (PSPB)
KH. Azizi Amrin, ulama senior Babakan
KH. Asep Saefullah Amin, tokoh pendidikan pesantren
KH. Azus Syaerozi, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


