40 Peserta Lolos Tes CAT Seleksi Komisi Informasi Cirebon 2025–2029, Ketua Petahana Tersingkir
40 Peserta Lolos Tes CAT Seleksi Komisi Informasi Cirebon 2025–2029-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Tim Seleksi Calon Komisi Informasi Kota Cirebon masa jabatan 2025-2029 telah mengumumkan hasil tes potensi berbasis komputer (CAT).
Pengumuman ini tertuang dalam Berita Acara Nomor 006/Timsel.KI/VII/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Tim Seleksi, Dr Agus Mulyadi MSi.
Sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Nama-nama tersebut adalah: Agung Sedijono, Agus Mundzir, Akbarudin Sucipto, Akhmad Junaeri, Amir Zulkarnaen, Andi Lala, Andri Nugraha, Angga Gumilar Rasmita, Bambang Wirawan, Candra Bima Pramana, Desi Ariyanti, Didi Nursidi, Diding Kusmayadi, Edi Suripno, Eka Pitra, Ekky Bahtiar, Endah Raodhotul Janah, Erika Lia Lestari, Gading Umbaran Haryanto.
Kemudian, Hendrawan Angga Maradeka, Hevy Febriyansyah, Ibnu Abdillah, Jaka Sulaeman, Jauhari, Lutfiyah Handayani, Maman Supriatman, Muhammad Riza Zazuli, Muslimin, Noel Panji Prayitno, Reno Indra Pramana, Saptaji, Setia Herawaty, Shinta Dianingtyas, Sutisna, Toto Suharto, Tri Helvian Utama, Tri Rudiani, Tuty Syarifah Syahputri, dan Yanti Yulianti.
BACA JUGA:Dituding Tebang Pilih, Dishub Pastikan Penertiban Parkir Liar di Kuningan Tegas Dan Berdasar Hukum
Yang cukup mengejutkan, Ketua Komisi Informasi Kota Cirebon saat ini, Adi Arifudin (yang akrab disapa Gotik), tidak masuk dalam daftar 40 besar. Dengan demikian, ia tidak akan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Sementara itu, empat calon petahana lainnya berhasil lolos, yakni: Candra Bima Pramana, Ekky Bahtiar, Jauhari, dan Lutfiyah Handayani.
Selanjutnya, 40 peserta yang lolos akan mengikuti tahapan psikotes dan dinamika kelompok pada: 12 Agustus 2025 (Kelompok 1, peserta nomor urut 1–20), mulai pukul 07.30 WIB.
Lalu 13 Agustus 2025 (Kelompok 2, peserta nomor urut 21–40), mulai pukul 07.30 WIB.
Salah satu peserta yang lolos, Agung Sedijono, kepada Radar pada Senin (28/7) mengungkapkan bahwa dalam tes CAT terdapat dua jenis soal: pilihan ganda dan esai.
BACA JUGA:Baznas Jabar Peduli Lansia Melalui Layanan Kesehatan Keliling
Menurutnya, soal pilihan ganda lebih banyak membahas sejarah, bahkan terasa seperti materi pelajaran di tingkat SMP.
“Ada pertanyaan seperti siapa ketua BPUPKI dan siapa ketua PPKI. Saya jadi teringat masa sekolah sekitar tahun 1978–1980. Soalnya seperti diambil dari pelajaran sejarah zaman saya SMP dulu,” ujar Agung.
Sementara untuk soal esai, lanjutnya, lebih bersifat reflektif dan menggali pengalaman pribadi peserta.
“Esainya lebih kepada pertanyaan yang mengarah pada pengalaman pribadi,” pungkasnya. (abd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


