Setelah Ular, Pemkab Indramayu Kembangkan Hewan Lain Sebagai Penangkal Hama Tikus
Pemkab Indramayu mmebuat rumah burung sebagai upaya pengembangan populasi burung hantu sebagai predator hama tikus.--Diskominfo Indramayu
INDRAMAYU, RADARCIREBON.COM - Untuk menanggulangi serangan hama tikus terhadap tanaman padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, lepaskan berbagai jenis ular ke sawah.
Penanggulangan hama secara alami tersebut, dilakukan Bupati Indramayu, Lucky Hakim dengan nama 'Ular Sahabat Tani', Sabtu 9 Agustus 2025 lalu.
Setelah ular, Pemkab Indramayu kini tengah melakukan pengembangan hewan lain sebagai predator tikus.
Hewan tersebut jenis burung hantu (Tyto alba), populasinya dikembangkan di beberapa titik strategis dengan membuat sejumlah rumah burung atau rubuha.
Sekitar 300 ekor burung hantu sudah ditempatkan di rumah burung. Populasinya diharapkan bisa berkembang dengan cepat agar keberadaan hama tikus bisa ditekan.
BACA JUGA:Dibentuk Brigade Pangan, Beranggotakan Petani Muda Indramayu
BACA JUGA:Saat Petani Demo di Indramayu, Pemerintah Didesak Melaksanakan Reforma Agraria
Menurut Bupati Indramayu, Lucky Hakim, hama tikus telah lama menjadi salah satu ancaman terbesar ketahanan pangan di Indramayu.
Bupati Lucky meyakinkan, pengembangan burung hantu maupun pelepasan ular ke sawah turut lebih ramah lingkungan ketimbang menggunakan bahan kimia berbahaya.
"Mengembangkan burung hantu dan melepaskan ular ke sawah sebagai predator alami, tidak hanya membantu petani mengamankan panen, tapi juga menjaga keseimbangan ekosistem," tutur Lucky, Rabu 13 Agustus 2025.
Sebelumnya, dalam upaya mengatasi serangan hama tikus yang meresahkan para petani, Pemkab Indramayu melepaskan beragam ular ke area persawahan.
Jenis ular yang dilepaskan antara lain ular Lanang Sapi (Coelognathus Radiatus) dan Ular Koros (Ptyas Korros). Jenis ular ini adalah dua spesies ular tidak berbisa, yang dikenal sebagai predator alami tikus.
BACA JUGA:Program Regenerasi Petani Kuningan Dituduh Hanya Seremonial, Diskatan Beri Bantahan
BACA JUGA:Kesulitan Mengakses KUR dan Harga Tetes Turun, Petani Tebu Terancam Gulung Tikar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


