Ok
Daya Motor

Seribu Personel Gabungan Disebar Jaga Keamanan, Aparat Siap Bersikap Tegas

Seribu Personel Gabungan Disebar Jaga Keamanan, Aparat Siap Bersikap Tegas

Seribu petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP bersama-sama menjaga stabilitas keamanan Kota Cirebon, Senin 1 September 2025.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sebanyak 1.000 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga situasi Kota Cirebon tetap aman dan kondusif. 

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi setelah kerusuhan sempat pecah beberapa waktu lalu.

Personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan unsur masyarakat lainnya disebar ke berbagai titik rawan, termasuk kawasan Alun-alun Kejaksan dan pusat Kota Cirebon. Selain itu, patroli keliling terus digencarkan untuk mencegah potensi aksi anarkis.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengungkapkan, pihaknya akan bersikap tegas terhadap siapa pun yang mencoba membuat onar. 

BACA JUGA:Hadiri Rakor Keamanan dan Ketertiban, Dandim 0614 Kota Cirebon Sampaikan Hal Ini

BACA JUGA:Sempat Ricuh, Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Didepan Gedung DPRD Majalengka Berakhir Damai

BACA JUGA:Pasca Unjuk Rasa, Okupansi Hotel di Kota Cirebon Menurun, Pusat Perbalanjaan Turut Siaga

"Tindakan terukur akan diambil sesuai prosedur demi menjaga keamanan bersama," ungkapnya ditemui radarcirebon.com di Alun-alun Kejaksan, Senin 1 September 2025 malam.

AKBP Eko Iskandar juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial.

"Banyak selebaran atau flyer dan ajakan yang belum jelas kebenarannya dan berpotensi memprovokasi masyarakat. Kita minta masyarakat tidak mudah terprovokasi."

" Kita lihat banyak flyer yang bertebaran di medsos. Kebenarannya belum tentu benar. Ini tolong kita filter dan sikapi dengan bijak," ucapnya.

BACA JUGA:Deklarasi Damai di Kota Cirebon Pasca Kerusuhan 30 Agustus

BACA JUGA:Demo 1 September di Majalengka, Mahasiswa dan Warga Geruduk DPRD

Selain itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko meminta peran orang tua dan sekolah untuk mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam aksi yang berujung kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. (rdh)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait