Penyebaran HIV AID di Kota Cirebon Meningkat, Sri Maryati: Pencegahan Adalah Kunci
Diskusi publik soal pencegahan HIV AID di Kota Cirebon bersama PWI Kota Cirebon, Kamis 11 September 2025.-Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon mengungkapkan terjadinya lonjakan kasus HIV/AIDS.
Parahnya, virus yang menyerang sistem imun manusia ini tak hanya menyasar usia produktif, tetapi juga menjerat kalangan remaja, bahkan siswa SMA.
"Rata-rata usia yang terjangkit adalah usia produktif, bahkan sudah merambah ke kalangan remaja," kata Sekretaris KPA Kota Cirebon, Sri Maryati dalam diskusi yang berlangsung di Kantor PWI Kota Cirebon, Kamis 11 September 2025.
Dia mengungkapkan, belum lama ini, pihaknya menemukan ada tiga siswa SMA di Cirebon yang positif HIV.
Temuan ini, menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Penemuan kasus di kalangan remaja menunjukkan edukasi yang ada saat ini belum memadai.
BACA JUGA:Pesta Gay di Bogor Bikin Pemerintah Ketar-ketirt, Pesertanya Reaktif HIV dan Sifilis
BACA JUGA:GOW Jalin Kerjasama KPA Cegah HIV AIDS
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak lainnya untuk menyebarkan informasi yang akurat dan komprehensif tentang HIV/AIDS. "Pencegahan adalah kunci," ungkapnya.
Salah satu kendala utama dalam penanggulangan adalah tidak adanya ciri fisik yang khas pada tahap awal infeksi.
Seseorang yang terinfeksi HIV bisa tampak sehat, membuat deteksi dini sulit dilakukan. "Dari fisik tidak terlihat, jadi tidak bisa langsung diketahui," tutur mantan anggota DPRD Kota Cirebon.
Kondisi ini, lanjutnya, sering kali menyebabkan kasus baru terungkap saat virus sudah berkembang menjadi AIDS, yang membuat pengobatan lebih kompleks dan prognosis lebih buruk.
Perlu diketahui, penularan HIV terjadi melalui dua cara utama yakni hubungan seksual yang tidak aman dan kontak dengan darah terinfeksi.
Pemahaman yang benar tentang cara penularan ini sangat krusial untuk mencegah penyebarannya.
Sri Maryati menjelaskan virus ini tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti bersalaman atau berbagi makanan, sehingga edukasi yang tepat harus terus digencarkan untuk menghilangkan kesalahpahaman di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


