Ok
Daya Motor

Ajari Mahasiswa Berbisnis, Hima FEB UGJ Gelar Seminar Exportpreneurship

Ajari Mahasiswa Berbisnis, Hima FEB UGJ Gelar Seminar Exportpreneurship

FEB UGJ Cirebon menggelar seminar nasional exportpreneurship, Kamis 11 September 2025.-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Divisi Hubungan Masyarakat Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (Hima FEB UGJ) Cirebon menggelar seminar nasional exportpreneurship, Kamis 11 September 2025.

Seminar nasional yang berlangsung di auditorium kampus 1 Jalan Pemuda Kota Cirebon tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yakni eksportir Akir Saputra, Ketua HIMKI Cirebon Raya Eddy Sugiharto, Kepala Business Development Service Kabupaten Cirebon Rahmadi, serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Cirebon Iing Daiman.

Seminar nasional exportpreneurship membahas tips bagaimana mengenal, memulai, serta mengembangkan bisnis ekspor.

BACA JUGA:Seminar Nasional Pariwisata dan Budaya di Kampus UIN Siber Syekh Nurjati, Ini yang Dibahas

BACA JUGA:Pelindo Gelar Seminar Parenting Dukung Pencegahan Stunting

BACA JUGA:Sambut Milad ke-23, BSMI Gelar Seminar Kesehatan Mental Remaja

"Seminar ini bertujuan membekali para generasi muda, mahasiswa, serta pelaku usaha lokal dengan pengetahuan dan strategi ekspor, mulai dari tahap awal, pengembangan, hingga tingkat lanjutan," ungkap Ketua Pelaksana Seminar, Restu Putra Dirgantara kepada radarcirebon.com.

Sementara itu, pemateri seminar yakni Akir Saputra memberikan motivasi, bahwa mahasiswa harus belajar atau merintis bisnis sejak kuliah.

"Di perguruan tinggi kita mempelajari ilmu pengetahuan bisnis dan mempraktikannya. Bahkan sekarang kita mesti menguasai teknologi dan AI yang bisa menunjang berkembangnya bisnis kita," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dekan FEB UGJ, DR H Acep Komara mengatakan, fakultas telah menjalin kemitraan global atau kerjasama dengan lembaga luar negeri.

"Hal ini untuk menguatkan matakuliah, program, serta bimbingan karir bagi mahasiswa agar menjadi start-up.

“Di fakultas ada kurikulum kewirausahaan, perencanaan bisnis, serta studi kelayakan bisnis Lewat kemitraan kita memperluas pergaulan dan pengalaman.”

BACA JUGA:Hadiri Seminar Internasional, Wakil Walikota Cirebon: Dorong Penguatan Sektor Kesehatan

BACA JUGA:Road to 100 Tahun Spensa, Alumni Spensa Ikuti Seminar Financial Planner

“Teknologi dan AI mendukung mahasiswa menjadi start-up. Kami melakukan pendampingan belajar bisnis dari nol sampai sukses," katanya.

Menurut Acep, FEB UGJ memiliki laboratorium inkubator bisnis yang memberikan mentoring bagi mahasiswa.

"Laboratorium ini guna menciptakan produk dan branding, mengerti cara pemasaran, serta membangun jaringan kerja.”

“Dari hasil survei, ternyata 20 persen mahasiswa FEB UGJ sudah menjalankan bisnis. Alumni pun sukses bisnis fesyen, kuliner, jasa, dan lain-lain," pungkasnya. (rdh)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait