Ok
Daya Motor

Soal Penundaan Identitas Baru Stasiun Cirebon, M Noupel: Jangan Hilangkan Kata Kejaksan-nya

Soal Penundaan Identitas Baru Stasiun Cirebon, M Noupel: Jangan Hilangkan Kata Kejaksan-nya

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Muhammad Noupel. -DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Terkait polemik perubahan nama Stasiun Cirebon, DPRD Kota Cirebon banyak menerima aduan baik dari masyarakat langsung maupun dari berbagai tokoh dan organisasi.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon Muhammad Noupel ditemui radarcirebon.com di ruang kerjanya, Rabu 1 Oktober 2025.

"Kami di DPRD Kota Cirebon menerima banyak aduan, baik dari masyarakat langsung maupun dari berbagai tokoh dan organisasi. Ini juga menjadi diskusi hangat di internal dewan," ungkapnya.

BACA JUGA:KAI Tutup Nama BT Batik Trusmi di Stasiun Cirebon setelah Dikritik

BACA JUGA:Umar S Klau Tegaskan DPRD Tidak Intervensi atas Pembatalan Naming Right Stasiun Cirebon

BACA JUGA:Berikut Pernyataan Lengkap Sally Giovanny Atas Pembatalan Nama Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi

Sebagai tindak lanjut atas keresahan publik tersebut, mantan wartawan Radar Cirebon ini mengatakan, DPRD Kota Cirebon segera berkoordinasi dengan Kepala PT KAI Daop 3 Cirebon serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon untuk menggelar rapat bersama.

"Pertemuan akhirnya digelar di kantor PT KAI Daop 3 Cirebon, Selasa 30 September 2025. Hadir perwakilan masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta sejumlah instansi terkait.”

“Dalam pertemuan itu, pihak KAI menyampaikan, rencana peluncuran nama baru stasiun yang awalnya dijadwalkan 1 Oktober 2025 resmi dibatalkan, mengingat tingginya dinamika di masyarakat.”

“Menurut KAI, secara historis, nama Stasiun Cirebon lebih dahulu dikenal, namun dari sisi cagar budaya, telah ada SK resmi yang menyebut nama Stasiun Kejaksan Cirebon. Maka dari itu, kami dorong agar kearifan lokal tetap dihormati," katanya.

Menurut Noupel, warga dan tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut menyayangkan jika nama Kejaksan dihapus, karena memiliki nilai historis dan identitas lokal yang kuat.

BACA JUGA:Launching Naming Rights Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi Batal Mendadak, Sally Giovanny: Aku Kaget Banget

"Kami tidak menolak investasi atau kerja sama dengan pihak swasta seperti Batik Trusmi. Tapi jangan sampai nama Kejaksan hilang begitu saja. Itu keberatan utama dari masyarakat," tegasnya.

Noupel menambahkan, DPRD Kota Cirebon bersama para pihak sepakat agar penamaan tersebut ditinjau ulang.

Salah satu usulan yang muncul adalah penggunaan format gabungan seperti Stasiun Kejaksan Cirebon by Batik Trusmi agar unsur historis dan sponsor tetap terakomodasi.

"Ya, sebenarnya sih nggak masalah, tapi jangan menghilang Kejaksan-nya. Itu aja sih yang diinginkan oleh teman-teman. Nama Stasiun Kejaksaan Cirebonnya itu tidak hilang. Itu sih sebenarnya," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan, politisi Partai NasDem ini menyebutkan, segala bentuk penamaan baru yang telah disebar seperti spanduk maupun papan nama sementara akan ditutup atau dicabut. Peluncuran nama baru juga ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Yang jelas, peluncuran hari ini dibatalkan. Ke depan, kami berharap semua pihak duduk bersama mencari solusi terbaik yang tetap menjaga identitas Cirebon tanpa menghalangi investasi," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase