BMKG Menjelaskan Penyebab Suhu Udara Terasa Panas Belakangan Ini
Ilustrasi suhu udara panas.-pexels.com -
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Beberapa hari terakhir ini, suhu udara di wilayah Cirebon dan sebagian Indonesia cukup panas.
Hal ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara untuk menjelaskan fenomena cuaca ini.
Menurut BMKG, fenomena cuaca panas ini akibat posisi matahari sedang bergeser ke bagian selatan Tanah Air, sehingga paparan sinar matahari terasa lebih langsung dan intens.
BACA JUGA:Kepala BMKG Buka Suara Terkait Meteor Jatuh di Cirebon, Simak Lagi Analisa Astronom dari BRIN
BACA JUGA:MCX Indonesia Resmikan CV Wicara Rejeki Semesta
BACA JUGA:Kota Angin Bakal Diguyur Hujan, Cuaca Majalengka 3 Bulan Kedepan
“Saat ini mengapa terlihat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu sudah bergeser di selatan wilayah Indonesia,” tutur Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Senin 13 Oktober 2025.
Dijelaskan, pergeseran posisi matahari tersebut juga berdampak pada minimnya pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia.
“Ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan,” tambahnya.
Minimnya awan membuat sinar matahari tidak terhalang dan langsung menyentuh permukaan bumi, sehingga masyarakat merasakan suhu udara yang jauh lebih panas dari biasanya.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Terjang Kuningan: 60 Rumah Rusak, Tembok Jebol, Pohon Tumbang
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem: Angin Bediding Hantam Cirebon, Awas Penyakit Ini Menyerang
BACA JUGA:Musim Liburan Sekolah, Cuaca Masih Dinamis dan Ekstrem, Begini Imbauan BMKG
Terkait potensi hujan, Guswanto menjelaskan, Indonesia sebenarnya sudah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025. Namun, karena luasnya wilayah, tidak semua daerah mengalami musim hujan secara bersamaan.
Menurut prakiraan BMKG, pada November 2025 mendatang, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan sudah memasuki musim hujan.
Sementara itu, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa daerah dalam sepekan ke depan, termasuk Sumatera Utara serta Jawa bagian tengah. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


