Ramai-ramai ke Dinsos, Warga Cirebon Rela Masuk Kategori Miskin demi Bansos
Warga rela antre mengajukan diri masuk kategori miskin. Ilustrasi-M Fazrurochman -Radar Cirebon
RADARCIREBON.COM – Warga Kota Cirebon rela antre di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) demi masuk kategori miskin dan dapat Bantuan Sosial atau Bansos.
Warga datang ke Kantor Dinsos untuk mengajukan diri masuk kategori miskin. Langkah yang ditempuh yaitu dengan mengajukan permohonan ke Dinsos.
Tujuannya supaya terdaftar dalam kategori Desil 1–5. Yaitu, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Pantauan Radar Cirebon, warga rela mengantre di ruang pelayanan Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Rahayu Dinsos Kota Cirebon.
BACA JUGA:Anggaran Dipangkas Rp49 Miliar oleh Pusat, Bupati Imron Akan Lakukan Ini Demi Pembangunan di Cirebon
Mereka datang untuk menunggu giliran mendapatkan pelayanan dari petugas.
Eri Yuhana, Subkor Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kota Cirebon, mengungkapkan bahwa SLRT Rahayu setiap hari melayani warga yang datang dengan berbagai keperluan.
Jumlah warga yang datang setiap harinya bisa mencapai 100 orang. Keperluannya bermacam-macam.
Ada yang menyampaikan pengaduan. Tapi yang paling banyak meminta dilayani soal bansos, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan permintaan agar masuk ke dalam Desil 1–5.
BACA JUGA:Kajari Kota Cirebon dan Kasi Intel Dapat Promos Jabatan di Tengah Penyelidikan Kasus Besar
BACA JUGA:Alasan Kasus PD Pembangunan Cirebon Dilimpahkan ke Kejati Jabar, Ternyata Gara-gara Hal Ini
“Ada warga yang mengajukan diri masuk ke Desil 1–5 dengan harapan bisa menerima bansos,” tutur Eri dilansir dari Harian Radar Cirebon.
Nah, saat ini sedang periode pencairan bansos dari pemerintah. Maka, jumlah warga yang datang ke dinsos juga mengalami peningkatan.
Banyak warga yang mengajukan diri sebagai penerima bantuan sosial. Umumnya mereka meminta dilayani untuk mengubah status kesejahteraan agar masuk ke kategori Desil di bawah 5.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


