Daya Motor

Pekan Sastra Cirebon 2025, Ruang Regenerasi Penulis Muda di Jawa Barat

Pekan Sastra Cirebon 2025, Ruang Regenerasi Penulis Muda di Jawa Barat

Kemah Sastra sebagai bagian dari kegiatan Pekan Sastra Cirebon 2025.-MTN Lab-

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Ekosistem sastra Indonesia terus digalakkan, salah satunya melalui Pekan Sastra Cirebon 2025.

Program unggulan dalam Pekan Sastra Cirebon 2025 adalah Kemah Sastra. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan para penulis muda yang berasal dari penjuru Jawa Barat (Jabar).

Kemah Sastra dalam Pekan Sastra Cirebon 2025 berlangsung di Bumi Perkemahan Kaki Gunung Cirebon, selama dua hari satu malam, yakni 25-26 Oktober 2025.

Pekan Sastra Cirebon 2025 merupakan bagian dari MTN Lab di bawah payung Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.

BACA JUGA:UKM Simfoni Jiwa Sukses Persembahkan Pentas Kedua Senja Sastra

BACA JUGA:IPB Cirebon Launching UKM Simfoni Jiwa, Wadahi Minat Mahasiswa di Bidang Seni dan Sastra

Yakni, program prioritas nasional dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass, MTN Lab menjadi wadah penciptaan, sekaligus ruang dialog kreatif yang mendorong para penulis muda untuk memperdalam kemampuan dan memperluas jejaring dalam ekosistem sastra.

Fokus utama Kemah Sastra Cirebon 2025 adalah peningkatan kapasitas penulis muda dalam menulis puisi, sebagai bentuk ekspresi budaya yang dinamis dan kontekstual.

Sebanyak 36 peserta terpilih mengikuti kegiatan ini, berasal dari Cirebon, Bandung, Majalengka, Karawang, Purwakarta, dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat.

Mereka dipilih melalui proses kurasi yang mempertimbangkan rekam jejak dan kontribusi aktif di komunitas sastra, media, maupun kegiatan literasi.

“Melalui MTN Sastra, kami di Kementerian Kebudayaan berperan sebagai fasilitator dalam mengembangkan talenta sastra di berbagai daerah, memberi ruang pembinaan berkelanjutan, serta menghubungkan mereka dengan ekosistem yang lebih luas,” ujar Irini Dewi Wanti, Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Kemenbud RI, Senin 27 Oktober 2025.

BACA JUGA:Olly Sastra Srikandi dari Cirebon, Momentum Heroik Terjadi Sehari Setelah Proklamasi Kemerdekaan

Kemah Sastra merupakan bagian dari rangkaian Pekan Sastra Cirebon 2025 yang mengusung tema “Fantasia Cirebon”, sebagai penghormatan terhadap penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy.

Rangkaian kegiatan berlangsung dari 25 Oktober hingga 1 November 2025, tersebar di berbagai kantong budaya di wilayah Cirebon.

“Kami merancang Pekan Sastra Cirebon 2025 agar benar-benar bisa berkontribusi bagi penguatan ekosistem sastra di Indonesia.”

“Salah satu program yang paling ditunggu adalah Kemah Sastra, karena di sana banyak peluang langka dan kesempatan berharga bagi para penulis muda,” ungkap Fathan Mubarak, pengelola kegiatan tahunan Pekan Sastra Cirebon.

Melalui Kemah Sastra, para penulis muda tak hanya mendapatkan pengalaman kreatif, tetapi juga pembinaan yang berorientasi pada keberlanjutan karier di dunia sastra.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan komunitas sastra dalam menumbuhkan regenerasi penulis yang siap berkontribusi di tingkat nasional maupun global. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait