PKL Stasiun Kejaksan Minta Kejelasan Alasan Pengosongan Area
Trotoar di Kawasan Stasiun Kejaksan Kota Cirebon bakal dilakukan revitalisasi, untuk itu PKL bakal ditertibkan.-Dedi Haryadi-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Rencana pengosongan area Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jl Stasiun Kejaksan, Kota Cirebon, mendapat protes dari penghuni lapak.
Menurut PKL, imbauan pengosongan kawasan tersebut tanpa penjelasan detail mengenai alasan dibalik rencana tersebut.
Firman Novandi, salah seorang PKL Jl Stasiun Kejaksan menilai, selama ini petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon, memang sudah datang ke lokasi beberapa kali.
Namun kedatang petugas Satpol PP ke lokasi, hanya menyampaikan imbauan pengosongan area tanpa penjelasan yang bisa diterima oleh para PKL.
"Kalau itu disebut sosialisasi, menurut kami belum tepat. Tidak dijelaskan apa tujuan penggusuran dan kami akan ditempatkan di mana," tutur Firman kepada radarcirebon.com, Sabtu 1 November 2025.
BACA JUGA:Sampah Menumpuk di Sungai Citarum, Warga dan Pemerintah Berkolaborasi Lakukan Aksi Ini
Ia menambahkan, pedagang juga sempat meminta surat resmi pengosongan pada Kamis (30/11) malam, namun pihak Satpol PP menyebut surat tersebut baru akan diberikan pada hari pelaksanaan.
"Kalau memang mau ditertibkan karena ada program revitalisasi, kami tidak masalah. Tapi tolong jelaskan dulu rencananya dan bagaimana nasib kami," ujarnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kota Cirebon dikabarkan bakal melakukan penertiban PKL di kawasan tersebut, Senin 3 November 2025.
Mengenai rencana tersebut, PKL mengaku terkejut dan protes atas pemberitahuan yang dinilai mendadak itu.
Para pedagang mengaku terkejut karena permintaan pengosongan dari Satpol PP Kota Cirebon, disampaikan secara mendadak tanpa penjelasan yang jelas.
BACA JUGA:Disdik Jabar Siap Jalankan Kebijakan Gubernur Larang Siswa Bawa Kendaraan ke Sekolah
Firman mengatakan, para pedagang diminta untuk segera mengosongkan lapak oleh petugas Satpol PP dengan alasan 'menjalankan instruksi atasan'.
"Petugas di lapangan bilang cuma dapat perintah, tidak tahu detailnya. Kami jadi bingung karena tidak ada kejelasan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

