Daya Motor

Korwilbidikcam Weru Angkat Bicara Perihal Puluhan Siswa Alami Pusing, Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG

Korwilbidikcam Weru Angkat Bicara Perihal Puluhan Siswa Alami Pusing, Mual dan Muntah Usai Santap Menu MBG

Ketua Korwilbidikcam Weru Warpin berikan keterangan pers, Rabu (15/11/2025).-DEDI HARYADI-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kasus puluhan siswa SDN 2 Setu Wetan, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon yang mengalami pusing, mual hingga muntah, Selasa 4 November 2025, mendapat perhatian serius dari Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwilbidikcam) Weru.

Warpin selaku Korwilbidikcam Weru mengaku langsung bergerak begitu menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB. 

Ia bersama tim segera menuju Puskesmas Plered untuk memastikan kondisi para siswa yang sempat mengalami gejala mual dan pusing usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Setelah melihat kondisi anak-anak di puskesmas, saya langsung ke sekolah untuk menanyakan data pasti."

BACA JUGA:Begini Langkah Polresta Cirebon Usai Terima Laporan Siswa Alami Mual Usai Santap Menu MBG

BACA JUGA:20 Siswa SDN 2 Setu Wetan Cirebon Pusing, Mual dan Muntah Usai Konsumsi MBG

"Ada 21 siswa yang mengalami gejala tersebut. Beberapa orang tua memang mengaku khawatir dan masih trauma untuk menerima menu MBG lagi,” ujarnya, Rabu 5 November 2025.

Dari informasi awal yang diterimanya, Warpin menuturkan, dugaan sementara mengarah pada menu soto ayam, khususnya bagian ayam suwir yang disebut memiliki aroma kurang sedap. Sebagian besar siswa yang terdampak merupakan murid kelas 5 dan 6.

“Sebelum dibagikan ke anak-anak, menu itu sebenarnya sudah sempat dicicipi oleh guru, walaupun tidak semuanya."

"Kami masih menunggu perkembangan terbaru apakah anak-anak sudah mulai kembali bersekolah,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Cirebon, Ronianto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. Karena menu MBG ini disalurkan ke banyak sekolah, tapi hanya SDN 2 Setu Wetan yang melaporkan adanya kasus seperti ini,”katanya.

Ronianto menambahkan, proses evaluasi terhadap penyedia makanan menjadi kewenangan instansi lain. 

BACA JUGA:Menu MBG Diduga Basi dan Ada Ulat, Dandim Langsung Sidak ke SPPG di Kecamatan Harjamukti

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait