H Dade: Pemekaran Bukan Kepentingan Elit, Tapi Hasil Perjuangan Panjang Rakyat
Aktivis Cirebon Timur, H Dade Mustofa Efendi.-ISTIMEWA/RADARCIREBON.COM-
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pernyataan yang menuding gerakan pemekaran Cirebon Timur hanya untuk konsumsi elit, tanpa melibatkan masyarakat mendapat tanggapan serius.
Salah satunya adalah dari tokoh penggiat pemekaran Cirebon Timur, H Dade Mustofa Efendi.
Menurutnya, tudingan tersebut menyesatkan dan mengabaikan fakta sejarah perjuangan panjang yang dilakukan oleh masyarakat sendiri.
BACA JUGA:Perjuangan Pemekaran Cirebon Timur Harus Berdiri di Atas Azas Musyawarah, Bukan Forum Elit
BACA JUGA:AC dan Small Home Appliance Sharp Duduki Penjualan Tertinggi di Cirebon
Dia menegaskan, perjuangan menuju pemekaran bukanlah gerakan yang lahir secara tiba-tiba ataupun dikendalikan oleh kepentingan elit.
Justru, perjuangan ini sudah berlangsung lama dan melibatkan banyak elemen masyarakat dari berbagai lapisan.
“Proses pemekaran ini sudah dimulai sejak lebih dari duapuluh tahun lalu dengan orang dan wadah yang berganti dimotori oleh Presidium, KPCT hingga FCTM, dan banyak tokoh masyarakat."
"Termasuk para Kuwu dan BPD sebagai representasi masyarakat turut memperjuangkan aspirasi rakyat. Jadi tidak benar kalau dikatakan ini hanya kepentingan elit,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia menilai bahwa pihak-pihak yang menuding pemekaran sebagai proyek elit justru tidak pernah terlibat langsung dalam perjuangan panjang tersebut.
BACA JUGA:Para Kuwu, BPD dan Tokoh Masyarakat Cirebon Timur Desak Pusat Cabut Moratorium Pemekaran Daerah
BACA JUGA:Hasan Basori: Surat Usulan Pemekaran Cirebon Timur Sudah Masuk Kemendagri
“Mereka menafikan jerih payah para pegiat yang sudah berjuang dengan segala dinamika dan pengorbanan."
"Saya heran justru yang menyatakan itu adalah orang yang tidak pernah terlibat dan bahkan tidak pernah tahu bagaimana sulitnya memperjuangkan pemekaran Cirebon Timur."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


