Selamatkan Masyarakat Pasca PJU Disrudug Truk, Petugas Dishub Kuningan Lakukan Ini
Petugas Dishub Kabupaten Kuningan sedang memperbaiki PJU yang roboh akibat dihantam oleh truk di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, Kecamatan Kramatmulya, Sabtu 8 November 2025.-Andre Mahardika-RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Aksi dari sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan, patut diacungi jempol.
Pasalnya, mereka memprioritaskan keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan, yang dikhawatirkan terkena aliran listrik.
Padahal, posisi petugas yang mulai dikenal dengan sebutan "Ultraman Kuningan" ini tengah berada di pusat kota sedang melakukan pemeriksaan Penerangan Jalan Umum (PJU) secara rutin.
BACA JUGA:Telat Ngoper, Truk Terguling Menutup Sebagian Jalan Kramatmulya Kuningan
BACA JUGA:Telat Pindah Gearbox, Truk Terguling Menutup Jalan Raya Cirebon-Kuningan
Kronologis bermula, ketika salah seorang petugas Dishub melaporkan adanya tiang PJU yang roboh usai terdampak truk terguling di Jalan Cirebon-Kuningan, tepatnya di kecamatan Kramatmulya, Sabtu 8 November 2025.
Mendapat laporan tersebut, Komandan Regu 2 tim pemeliharaan PJU Bidang Prasarana dan Perparkiran Dishub Kabupaten Kuningan, Mohamad Sani Syaelani SIP bersama tim langsung bergegas menuju ke lokasi guna menghindari hal yang membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan raya.
"Setelah kita pemeliharaan insidentil, mendengar adanya laporan dari rekan rekan,” ungkapnya kepada radarcirebon.com.
Pihaknya khawatir adanya kabel yang terputus atau mengelupas, sehingga menyebabkan kebocoran listrik. Terlebih, kondisi tiang PJU yang roboh dan berada tepat diatas kolam dengan volume air penuh.
Belum lagi, curah hujan terpantau mulai turun di lokasi kejadian truk terguling, menambah kekhawatiran akan terjadinya kebocoran arus listrik.
BACA JUGA:Terancam Denda Rp13 Miliar, Warga Kabupaten Cirebon Diduga Jadi Pengedar Narkotika
"Kita amankan, kita amankan dulu jalur sebelumnya, kita amankan lagi lampunya, takutnya ada kabel yang terputus atau terbuka, nanti bocor strum, membahayakan,” jelas Sani.
Dia memastikan arus listrik menjadi prioritas utama sebelum bergerak dengan langkah dan prosedur yang sudah diterapkan.
"Ini cuma satu jalur terdampak, tetap yang kita dahulukan ialah memastikan tidak ada listrik yang bocor, bahaya,” imbuhnya.
Selanjutnya, guna kepentingan lebih lanjut, pihaknya akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pihak terkait.
"Kita sudah koordinasi dengan pihak Polisi, nanti dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan pihak pihak terkait,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

