BMKG Ingatkan Gelombang Laut Hingga 4 Meter, Nelayan Cirebon Diminta Tidak Melaut!
Ilustrasi gelombang air laut.-Roger Mosley-Pixabay
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada hari ini, Jumat 26 Desember 2025, mulai pukul 07.00 WIB.
Kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah bagian utara yang bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8-25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.
BACA JUGA:Warga Desa Cigobang Tolak Perkebunan Sawit di Bukit dan Lereng, Khawatir Krisis Air dan Longsor
BACA JUGA:Kebun Sawit Tak Berizin Diduga Masuk Kawasan Hutan Cigobang Cirebon, Ancaman Lingkungan Mengintai
Tercatat oleh BMKG, terdapat delapan wilayah perairan dengan potensi gelombang 2,5–4 meter, yaitu:
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Laut Natuna utara
Oleh sebab itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut agar tetap waspada. Gelombang tinggi berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran dan aktivitas di laut.
Sementara, seorang nelayan asal Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Tirno mengungkapkan, sudah beberapa bulan dirinya tidak melaut secara intens.
Padahal, pada periode November hingga Desember sejatinya merupakan musim rajungan, cumi-cumi dan ikan lainnya yang bisa ditangkap.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Instruksikan Kementerian Bekerja Tanpa Henti Tangani Bencana di Sumatera
BACA JUGA:Dishub Jabar Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan 21,2 Juta Pemudik dan Wisatawan Saat Nataru 2025–2026
“Sekarang ini justru lagi musim rajungan. Kalau kuat melaut, hasilnya bisa banyak, karena dengan kondisi cuaca yang seperti ini, itu menarik rajungan dari tengah laut ke pinggir,” ujar Tirno, Kamis 25 Desember 2025 kemarin.
Namun demikian, tingginya gelombang dan angin kencang yang berisiko membahayakan keselamatan, membuat mereka tidak bisa melaut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

