Daya Motor

Guntur Romli Ungkap Sikap PDI Perjuangan: Pilkada Tetap Langsung, Bukan via DPRD!

Guntur Romli Ungkap Sikap PDI Perjuangan: Pilkada Tetap Langsung, Bukan via DPRD!

Logo PDI Perjuangan.-Istimewa -Radarcirebon.com

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menegaskan, sikap partainya konsisten mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung.

Menurutnya, sejak 2014 hingga kini, PDI Perjuangan tidak pernah mengubah posisi terkait mekanisme pemilihan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Guntur menanggapi usulan Partai Golkar yang menginginkan pilkada kembali dilakukan melalui DPRD.

BACA JUGA:Prabowo dan Bahlil Usulkan Pilkada Kembali ke DPRD, Berikut Alasan Kedua Pimpinan Parpol Ini

BACA JUGA:Partai NasDem Pede Jadi Poros Baru di Pilkada Mendatang, Targetkan Kursi Bupati Cirebon

BACA JUGA:MK Tolak Uji Materi UU Pemilu dan Pilkada, Syarat Capres Hingga Cakada Lulusan SMA Masih Berlaku

“Sikap PDI Perjuangan tidak berubah dari tahun 2014, PDI Perjuangan tetap ingin Pilkada langsung dan menolak wacana Pilkada melalui DPRD,” ujar Guntur melalui akun X @GunRomli, dikutip Jumat 26 Desember 2025.

Guntur menilai bahwa jika terdapat persoalan dalam pelaksanaan pilkada langsung, seharusnya perbaikan dilakukan pada aspek teknisnya, bukan dengan mengubah sistem pemilihan.

“Kalau pun ada masalah, itu yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang telah dilakukan PDI Perjuangan untuk menekan mahalnya biaya politik adalah dengan tidak meminta mahar kepada kandidat yang ingin mendapatkan rekomendasi partai.

Guntur mencontohkan bagaimana PDIP Perjuangan memberikan rekomendasi kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tanpa pungutan biaya apa pun.

“Mualem, dapat rekomendasi dari PDI Perjuangan tanpa bayar sedikit pun. Bisa dicek ke Mualem,” kata Guntur.

Sebelumnya, Partai Golkar melalui Rapimnas 2025 mengusulkan perubahan mekanisme pilkada menjadi melalui DPRD. 

Partai berlambang pohon beringin itu menilai perbaikan sistem pemilu perlu dilakukan untuk mewujudkan pemilihan yang jujur dan adil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase