Fakta Mengejutkan di Balik Sawit Cigobang, Ketua DPRD Cirebon Ungkap Ancaman Serius
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon turun langsung meninjau sawit di Desa Cigobang. -Mohamad Junaedi-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Suasana Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, mendadak menjadi sorotan karena munculnya perkebunan kelapa sawit yang memicu keresahan warga.
Isu ini cepat menyebar, hingga akhirnya menarik perhatian para pemangku kebijakan, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, S.H.
Sabtu (3/1/2025) menjadi hari yang tak terlupakan bagi warga Cigobang. Di tengah isu yang kian memanas, Sophi Zulfia turun langsung ke lapangan.
Ia meninjau lokasi penanaman sawit yang disebut-sebut berpotensi merusak keseimbangan lingkungan dan mengancam sumber air warga.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Penanaman sawit di wilayah Cirebon bahkan telah sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Merespons hal tersebut, Gubernur mengeluarkan surat edaran tegas yang melarang penanaman kelapa sawit di Kabupaten Cirebon. Sebuah sinyal kuat bahwa masalah ini tak bisa dianggap sepele.
Di hadapan warga, Sophi Zulfia berbicara lugas. Ia menyoroti dampak sawit yang sering kali tidak langsung terasa, namun perlahan menggerogoti lingkungan. Salah satu yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya ketersediaan air.
“Dengan penanaman sawit ini, akhirnya air ini berpengaruh terhadap lingkungan,” ujar Sophi, disambut anggukan warga yang merasakan langsung perubahan kondisi alam di sekitar mereka.
Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat sawit kerap datang diam-diam. Awalnya terlihat biasa saja, namun dalam jangka panjang bisa memicu persoalan besar, mulai dari kekeringan hingga rusaknya ekosistem.
“Karena mungkin tidak dirasakan secara langsung, tapi kalau dibiarkan pasti akan berdampak,” tegasnya.
Namun, Sophi tidak datang hanya membawa larangan. Ia menekankan pentingnya solusi yang adil dan manusiawi, tanpa merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.
Edukasi menjadi kunci utama agar warga memahami dampak lingkungan sekaligus peluang ekonomi lain yang lebih berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

