Ok
Daya Motor

Bocah 4 Tahun di Kuningan Jalani 5 Operasi Otak, Kisahnya Bikin Netizen Menangis

Bocah 4 Tahun di Kuningan Jalani 5 Operasi Otak, Kisahnya Bikin Netizen Menangis

Pengurus ICMI Kuningan menjenguk Al Farenzi Rafif Abgari balita 4 tahun di Kuningan melawan penyakit saraf serius. Sudah 5 kali operasi kepala. -Ist-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Di balik rumah sederhana di Dusun Cimanggang, Desa Ciwaru, Kabupaten Kuningan, ada kisah pilu yang membuat siapa pun menunduk haru. 

Seorang bocah kecil bernama Al Farenzi Rafif Abgari, akrab disapa Ara, tengah bertarung melawan penyakit saraf serius yang perlahan merenggut masa kecilnya.

Usianya baru 4 tahun. Namun, tubuh kecil Ara sudah berkali-kali berjuang di meja operasi.

Sejak pertengahan 2024, hidupnya berubah drastis. Ia tak lagi bisa berlari, bahkan berjalan pun kini mustahil tanpa bantuan.

BACA JUGA:Detik-Detik Kuwu Terpilih Sukasari Indramayu Pingsan hingga Meninggal, Belum Sempat Dilantik

Diagnosis dokter begitu berat untuk anak seusianya: hidrosefalus, epilepsi, kista otak, hingga spastik hemiplegia. Penyakit-penyakit itu menyebabkan kelumpuhan di sisi kiri tubuhnya. 

Hingga kini, Ara sudah menjalani lima kali operasi besar di bagian kepala—angka yang membuat siapa pun tercekat. Puncaknya Juli 2024, Ara Tiba-Tiba Tak Bisa Jalan.

Ibunda Ara, Diah Rodiana, menceritakan awal mula mimpi buruk itu datang. Sejak usia enam bulan, Ara sering sakit. Namun, semua berubah drastis pada Juli 2024.

“Waktu itu Ara tiba-tiba tidak bisa berjalan. Dari situ kami bolak-balik rumah sakit. Sampai Januari 2025 ini sudah beberapa kali operasi,” ujar Diah dengan mata berkaca-kaca.

BACA JUGA:Lagi Cari Waterboom di Majalengka? Ini 3 Rekomendasi dengan Tiket Paling Ramah di Kantong!

Pengobatan dilakukan di RS 45 Kuningan dan RS Gunung Jati Cirebon. Tapi perjuangan belum selesai. 

Ara masih harus menjalani fisioterapi rutin dua kali seminggu di Kuningan dan dua kali sebulan ke Cirebon. Ia juga membutuhkan alat bantu medis khusus, seperti sepatu dan penyangga tangan untuk merangsang sarafnya.

ICMI Kuningan Datang, Bawa Harapan di Tengah Keputusasaan

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, secercah harapan datang dari Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kuningan. Organisasi tersebut menyambangi rumah Ara, memberikan dukungan moral sekaligus bantuan nyata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: